Menag akan biayai anak pria yang tewas dibakar massa di Bekasi
Menag akan biayai anak pria yang tewas dibakar massa di Bekasi. Menag mengaku kehadirannya ke Bekasi untuk menyampaikan belasungkawa dan rasa sedih mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum. "Saya berharap peristiwa yang sama tidak terulang. Tindakan persekusi tidak dapat dibenarkan," kata Menag.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyempatkan diri menjenguk keluarga Muhammad Alzahra alias Azoy di kediamannya di Bekasi. Menag diterima oleh istri Azoy, Siti Zubaedah beserta keluarganya.
Dalam kesempatan itu, Menag membesarkan hati istri almarhum yang sedang hamil. Menag juga menyediakan dirinya untuk menanggung biaya pendidikan putra almarhum.
"Insya Allah, jika keluarga almarhum mengijinkan, saya akan menanggung biaya pendidikan anak almarhum," tutur Menag, di Bekasi, Senin (07/08).
Menag mengaku kehadirannya ke Bekasi untuk menyampaikan belasungkawa dan rasa sedih mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum. "Saya berharap peristiwa yang sama tidak terulang. Tindakan persekusi tidak dapat dibenarkan," kata Menag.
"Saya harap tindakan ini bisa diproses secara hukum dan kita semua bisa sama-sama mengambil pelajaran atas musibah yang menimpa keluarga Siti Zubaedah," sambung Menag.
Muhammad Alzahra alias Azoy dibakar hidup-hidup di Kampung Muara Bakti, RT012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (02/08) malam. Azoy dituding telah mencuri amplifier di mushalla.
Baca juga:
Ratusan orang hanya menyaksikan saat pencuri amplifier dibakar
Kasus pria dibakar massa di Bekasi, polisi tetapkan 2 tersangka
Polisi amankan 2 orang dalam kasus warga bakar pencuri amplifier
Tahan 2 orang, polisi minta 5 pembakar maling di Bekasi menyerah
Kesaksian pengurus musala soal pencuri amplifire tewas dibakar warga