Menag: Ada perbedaan pendapat soal aplikasi Alquran dibawa ke toilet
"Ada berbagai pandangan yang boleh dan tidak. Tentu kita harus saling menghargai," kata Lukman
Terdapat pro kontra soal pandangan membawa telepon genggam alias HP dengan aplikasi Alquran ke kamar mandi dan toilet. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, setiap pihak harus menghargai perbedaan pandangan terkait kontroversi telepon genggam yang ada aplikasi Alquran digital tersebut.
"Ada berbagai pandangan yang boleh dan tidak. Tentu kita harus saling menghargai," kata Lukman Hakim seperti dilansir dari Antara, Jakarta, Kamis (1/9).
Lukman menambahkan, kementerian agama sendiri juga meluncurkan aplikasi Alquran digital. Dia mengakui memang ada pandangan masyarakat yang menganggap membawa ponsel dengan aplikasi Alquran Kemenag ke toilet sebagai hal yang tidak baik dilakukan. Alasannya, ponsel tersebut mengandung unsur Al Quran.
Di lain pihak, Menag menjelaskan, terdapat masyarakat yang berpandangan membawa ponsel dengan aplikasi Alquran Kemenag ke toilet tidak menyalahi etika. Dasar pemikirannya adalah Quran Kemenag merupakan sebuah aplikasi atau bukan lembaran atau mushaf Al Quran.
Menurutnya, Alquran dalam bentuk lembaran tidak elok jika dibawa ke toilet. Bahkan Nabi Muhammad melepas cincinnya bertuliskan Allah saat ke toilet.
"Ada pandangan ponsel yang ada aplikasi Alqurannya sebaiknya kalau masuk toilet tidak perlu dibawa serta, untuk ditinggal demi penghormatan. Meski begitu, hormati juga pihak-pihak yang menganggap tidak apa-apa jika dibawa ke toilet karena itu bukan mushab tapi ada di dalam chip ponsel," jelasnya.
Kementerian Agama sendiri merilis aplikasi Alquran digital atau Quran Kemenag pada Selasa (30/8). Aplikasi Alquran resmi tersebut sudah dapat diunduh masyarakat di google play store.
Lukman menegaskan, aplikasi Alquran agar dapat memberikan kemudahan umat Islam dalam berinteraksi dengan Alquran. Baik dalam bentuk bacaan maupun pemahaman.(mdk/sho)