Menag: 3 WNI meninggal setelah dibawa ke RS Al Jisr, Mina
"Dua sudah dikenali, satu masih proses identifikasi," kata Menag.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan untuk sementara tiga orang WNI meninggal dalam musibah saling injak di Jalan Arab 204, Mina, saat menuju Jamarat untuk melontar jumrah Kamis (25/9) pagi. Dia memastikan tiga korban meninggal tersebut setelah dibawa Rumah Sakit Al Jisr, Mina.
"Benar. Ada tiga jemaah yang meninggal, dua sudah dikenali, satu masih proses identifikasi," katanya.
Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kloter Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.
Kemudian, Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446.
Diakuinya peristiwa tersebut telah menyebabkan korban jiwa yang cukup besar, mencapai ratusan orang. Namun sebagian besar adalah jemaah dari wilayah Arab dan Afrika.
Berdasarkan informasi Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat, Jalan Arab 204, bukan jalan jemaah Indonesia menuju Jamarat, karena sebagian jemaah Indonesia diarahkan ke jalan King Fahd dan Moasim.
"Mungkin yang bersangkutan kesasar atau tidak tahu jalan. Jalan itu diperuntukkan bagi jemaah haji dari Mesir, Afrika, dan Asia Selatan," katanya.
Terkait korban yang belum dikenali, ia mengatakan identitasnya masih ditelusuri, karena korban tidak menggunakan gelang identitas yang biasa dikenakan jemaah terkait nama, nomor kloter dan embarkasi, serta nomor paspor.
Baca juga:
Korban tewas Mina jadi 717 jiwa, Raja Salman bentuk tim khusus
PKS: Kita doakan jamaah haji korban Mina sebagai syuhada
3 Orang jemaah haji asal Indonesia meninggal dan 1 kritis
Menlu sebut sudah 2 WNI meninggal dalam tragedi Mina
Fahri Hamzah sebut regulasi jumroh tak diatur oleh pemerintah Saudi