Membandingkan closing statement Khofifah dan Gus Ipul di debat Pilgub Jatim
Di akhir, Gus Ipul juga mengingatkan, Jawa Timur merupakan daerah yang luas, tidak mungkin diurus diurus oleh sekelompok orang saja.
Di dalam debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, masing-masing calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan penutup (closing statement). Baik bila menang menjadi pasangan terpilih atau tidak terpilih nantinya.
Dimulai dari pasangan calon nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimismenya memenangkan putaran Pilgub pada 27 Juni mendatang. Terlebih dengan bantuan 80 relawannya.
"Kami meyakini ikhtiar ini harus tetap kami ikhtiari dengan bermunajat kepada Allah Sang Khalik," kata Khofifah. Sambil mengutip surat At-Thalaq ayat 2-3 artinya, "Allah akan memberikan jalan keluar dari apa yang kita hadapi jika kita bertaqwa kepada Allah dan akan memberikan rezeki dari sumber mana yang kita tidak pernah terduga."
Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat mencoblos dirinya yang berpasangan dengan Bupati non-aktif Trenggalek Emil Elestianto Dardak. "Mohon doa dan mohon dukungannya, kami siap mendedikasikan diri untuk mengabdi untuk Jawa Timur," tambahnya.
Berbeda dengan cagub nomor dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Pertama-tama, ia mengakui, berdirinya ia bersama Puti Guntur Soekarno selaku calon Gubernur dan Wakil Gubernur lantaran jasa banyak pihak. Dimulai dari ulama, para kiai dan guru. "Juga para petani, nelayan dan para buruh," tambahnya.
Ia juga berterima kasih jasa keempat partai pengusungnya. Dimulai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
"Bapak-Ibu sekalian, kami datang di sini ingin menang dengan bermartabat," ungkap keponakan mantan Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia juga berkomitmen, bila dirinya tak terpilih, akan tetap menghormati siapapun pihak yang menang.
Di akhir, Gus Ipul juga mengingatkan, Jawa Timur merupakan daerah yang luas, tidak mungkin diurus diurus oleh sekelompok orang saja. "Harus kita urus bersama-sama dan itulah kami dan komitmen kami untuk mewujudkan Jawa Timur makmur," pungkas dia.
Baca juga:
Debat publik pilgub Jatim, Pengamat: Emil emosional, Puti woles
Beda pandangan Khofifah dan Gus Ipul soal pendidikan
Di luar gedung, militansi pendukung Gus Ipul-Puti solid
Pengamat: Emil agresif, Puti woles
Gus Ipul sitir prinsip NU di debat Pilgub Jatim