Memasuki Musim Kemarau, Aceh dan Riau Waspada Karhutla
Saat ini, dua titik api mulai terlihat.
Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foed mengatakan menjelang musim kemarau pada Februari-Maret masyarakat Aceh dan Riau harus waspada dengan kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, dua titik api mulai terlihat.
"Jadi Riau dan juga Aceh yang harus siap-siap. Riau, Aceh yang harus diwaspadai. Dan memang sudah ada titik api di Riau walaupun kita bersyukur cepat dipadamkan,"
kata Nazir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).
Nazir meminta pemerintah, masyarakat dan perusahaan bijak memanfaatkan tata ruang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya itu, lahan terlantar juga harus mulai dikelola dengan baik.
"Diupayakan yang memang untuk budidaya kalau itu dijaga ada tanamannya itu pasti dijaga kan kemudian kebijakan tata ruang pemerintah daerah harus kita sesuaikan untuk peruntukkannya," ungkap Nazir.
Sebelumnya dikutip Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan sembilan titik panas yang mengindikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bertebaran di Riau. Analisis BMKG Yasin Prayuna menjelaskan titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen indikasi karhutla menyebar di 4 kabupaten.
"Titik panas terdeteksi berada di Bangkalis, Siang, Pelalawan dan Kuantan Singging," ucap Yasin.
(mdk/ray)