Melirik fenomena banci-bancian di layar televisi
Aksi ini tercatat mampu mengangkat rating tayangan televisi.
Kehadiran televisi memberikan sejumlah warna bagi kehidupan manusia. Berawal dari layar tabung besar, hingga berbentuk ramping, benda ini memberi kepuasan atas dahaga hiburan di tengah penatnya beraktivitas.
Tak hanya sekadar hiburan, keberadaan rating juga menjadi sangat penting bagi sejumlah televisi untuk meraih berbagai iklan. Tak heran jika mereka semakin berlomba-lomba memberikan berbagai acara yang menarik minat penonton demi meningkatkan rating.
Meski harus menghadapi kontroversi, produser salah satu program televisi terus berupaya melahirkan inovasi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menghadirkan pria dengan gaya setengah banci, atau banci-bancian.
Laiknya banci sebenarnya, para pemeran ini berbicara ceplas-ceplos, apa adanya. Tak hanya itu, mereka juga dengan berani berjalan layaknya seorang wanita peraga busana sedang berjalan di atas panggung.
Sebut saja artis Olga Syahputra. Lelaki kelahiran 8 Februari 1983 ini muncul dengan gaya kebanci-banciannya. Ternyata, gaya ini mampu melambungkan namanya menjadi artis termahal.
Sebelum Olga, salah satu aktor yang lebih dulu muncul dengan gaya kebanci-bancian adalah Kabul Basuki, atau lebih dikenal dengan Tessy. Dengan gayanya, dia memberikan banyak warna bagi program Srimulat yang sempat booming pada era 1990-an.
Topik Pilihan: televisi | Selebriti Indonesia
Gaya dan karakter ini ternyata memberikan berkah tersendiri bagi televisi yang menayangkan akting mereka, yakni rating yang cukup tinggi, dan pemasang iklan yang cukup banyak hingga terpaksa mengurangi durasi.
Aksi ini tercatat mampu mengangkat rating tayangan televisi, seperti yang dialami program Campur-Campur yang disiarkan ANTV. Program ini menjadi acara yang paling sering ditonton jutaan pemirsa televisi dibandingkan program lainnya.
Sementara, Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan di Trans TV juga meraih angka penonton yang cukup fantastis. Kondisi itu membuat acara yang sebelumnya bernama Yuk Kita Sahur ini ditayangkan setiap hari hampir tiga jam.
Seperti apa fenomena ini? Ikuti merdeka.com hari ini akan mengangkat berita tematik mengenai fenomena banci-bancian di layar televisi. Selamat menikmati.
Baca juga:
Program banci-bancian tunjukkan realitas sosial masyarakat
Tessy Srimulat, berkah berdandan seperti wanita
Apa yang bikin pria berakting wanita laku di layar kaca?
KPI tegur keras Trans TV atas goyang oplosan YKS
Video Goyang Oplosan terbaru mulai dicari-cari di YouTube