LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Melihat buka puasa bersama WNI di Pakistan

Dalam sambutannya Duta Besar RI, Iwan Suyudhie Amri menyampaikan, buka puasa bersama merupakan salah satu ajang silaturahmi yang juga sangat dianjurkan dalam agama.

2017-05-31 13:06:00
Ramadan
Advertisement

Masyarakat muslim di Pakistan mulai menjalani awal Ramadan pada Minggu (28/7). Kepastian itu disampaikan langsung Central Ruet-e-Hilal Committee (CEC) Chairman Mufti Muneeb ur Rehman. Pihaknya tidak melihatnya hilal pada hari Sabtu (27/5).

KBRI Islamabad sebagai bagian dari upaya pembinaan para WNI, khususnya peningkatan aspek spiritualisme sosial kemasyarakatan, sekaligus upaya meninggikan ke-Indonesiaan, pemupukan rasa cinta tanah air dan kesetiaan terhadap NKRI/nasionalisme, menyelenggarakan acara buka puasa bersama di Wisma Duta, Pakistan, Minggu (28/7).

Acara pembinaan WNI diisi sambutan Duta Besar, siraman rohani, buka puasa, salat Maghrib, makan malam, salat Isya dan salat Taraweh berjamaah. Waktu puasa di Pakistan sendiri mulai pukul 03.17 hingga 19.17 malam, atau kurang lebih 16 jam umat muslim di Pakistan menjalankan ibadah puasa.

Dalam sambutannya Duta Besar RI, Iwan Suyudhie Amri menyampaikan, buka puasa bersama merupakan salah satu ajang silaturahmi yang juga sangat dianjurkan dalam agama. Dia mengharapkan para mahasiswa hendaknya tetap fokus pada tujuan utamanya di Pakistan, yakni menuntut ilmu sampai tuntas dan mengabdikan diri kelak di Indonesia.

Suyudhie mengingatkan para WNI di Pakistan, hendaklah tidak mudah terpengaruh oleh isme/anasir dan pandangan ekstrim/radikal yang menyesatkan karena tidak sejalan dengan visi dan nilai yang dianut bangsa Indonesia yang cinta damai.

Lalu, semua elemen warga Indonesia di Pakistan agar terus berhati-hati terhadap situasi lingkungan masing-masing. WNI agar terus berupaya mematuhi berbagai ketentuan hukum dan semua peraturan dari otoritas Pakistan, guna memudahkan menjalani kehidupan dan pergaulan pribadi serta sosialnya.

Sedangkan Ustadz Chairil Anwar, mahasiswa Indonesia program S2 International Islamic University Islamabad (IIUI) yang memberikan siraman rokhani antara lain menyampaikan bahwa bulan Ramadan ibaratnya adalah masa penggerusan kerak, noda (dosa) pada diri seorang muslim, seperti ibarat melelehnya karat pada besi.

"Bulan suci Ramadhan harusnya bukan hanya diisi dengan ibadah puasa, namun juga berbagai amalan lainnya seperti memperbanyak dzikir, tadarus, sholat sunnah, memperbanyak sedekah dan berbuat kebajikan, membaca Al Qur’an serta berbagai amalan lainnya," ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai komunitas masyarakat Indonesia, yaitu dari kalangan pelajar, mahasiswa, tenaga ahli Indonesia yang bekerja di Pakistan, ibu rumah tangga Indonesia bersuamikan Pakistan, dan warga/masyarakat Indonesia lainnya, serta keluarga besar KBRI.


Advertisement
(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.