LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Megawati sedih karya seni aksara kurang diminati di Indonesia

Selain itu, kalau pun mau belajar gurunya dari orang asing.

2015-09-09 00:29:38
Megawati
Advertisement

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri merasa sedih melihat karya seni aksara sudah pudar, malah kurang diminati di negeri sendiri. Selain itu, kalau pun mau belajar gurunya dari orang asing.

"Saya merasa sedih kenapa anak muda kurang mencintai kekayaan seni Indonesia salah satunya seni aksara ini," kata Megawati di Galeri Nasional Indonesia, di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

"Coba kalau kita punya generasi cinta karya seni tradisional peninggalan nenek moyang, nggak perlu susah minta izin ke Belanda, di Belanda itu banyak budaya kita, buat neliti budaya kita saja harus minta izin. Kan aneh neliti budaya sendiri harus minta izin kepada orang luar (asing)," tukasnya.

Hal itu dibuktikannya saat dia tiba di Galeri Nasional Indonesia, ketika yang datang merupakan mereka orang tua dari para seniman, para peminat seni. Lalu mereka yang mungkin menjadi kolektor dari ragam seni. Sekiranya ini menjadi sebuah kesenjangan bagi mereka yang masih muda, mengapa karya budaya dan seni kurang diminati oleh bangsanya sendiri.

"Ini menjadi sebuah kesenjangan, bagi para seniman dan penikmat karya seni. Mengapa justru Indonesia yang kaya raya budaya dan seni, justru kurang diminati oleh bangsanya sendiri," tuturnya.

"Kadang orang melihat saya aneh, seorang politisi kenapa masuk ke perkumpulan ini. Justru sebenarnya saya datang dari keluarga seniman yang juga memiliki koleksi terbesar dan terbagus dari koleksi seniman-seniman Indonesia dan mancanegara," sambung mega.

Kala itu ia melihat, para pelukis dan seniman bukan hanya sebatas bayangan, mereka bisa meraba-raba dari bagian kecil sebuah zaman. Namun ketika sebuah hal yang disebut politik masuk maka karya seni mulai luntur.

"Ketika saya melihat sebuah jaman, yang disebut politik orde baru muncul, maka mulai luntur dan susutnya orang-orang yang mencoba mencintai budaya bangsanya," ungkapnya.

Saat ini dinamika yang ada sudah mulai berkembang kembali, salah satunya dari karya Edi Susanto. Saya melihat adanya pergolakan pemikiran serta pengamatan yang luar biasa yang disampaikan melalui karyanya, bahkan Megawati berharap nantinya dia bisa menjadi seorang Maestro terkenal.

"Saya sedang mencoba membaca isi hati dek Edi, karyanya yang disampaikan dalam sebuah apa ya? Sampai bingung saya menyebutnya lukisan, ataukah aksara yang dilukiskan, ditorehkan sehingga saya dapat mengikuti dan meyakini ada ruang bagi dia sebagai perupa pasti, suatu saat nanti menjadi seorang maestro," ucapnya.

"Bukan terlalu menyanjung, tapi memang saya bisa merabanya, karena sejak kecil saya sudah sering berkumpul dan ikut berbincang dengan ayah saya bersama para seniman. Seperti Abdullah, ataupun Afandi mereka termasuk seorang pejuang, karena memiliki jiwa-jiwa pejuang melalui lukisannya," tutup Mega.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.