LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mbah Muhyando, nama kondang si dukun jagal Muhyaro

Sekitar 1 tahun Zahroni bertemu dengan sosok Yulanda, anak guru besar Undip. Yulanda bertanya rumah Mbah Muhyando.

2013-07-29 15:05:53
pembunuhan magelang
Advertisement

Sebagian warga ternyata sudah mengetahui jika Muhyaro (41), memang memiliki perilaku aneh dan sering menutup diri. Nama Muhyaro di luar desa Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, ternyata lebih dikenal sebagai dukun pengganda uang dibanding di desanya.

Beberapa warga khususnya di luar Dusun Pethung mengaku selama dua tahun terakhir, sering bertemu dengan calon pasien Muhyaro. Mereka ditanyai beberapa orang-orang di luar desa tempat di mana Muhyaro tinggal.

Namun, yang membikin heran beberapa orang yang bertanya itu menyebut nama Muhyaro dengan sebutan nama lain. Saat bertanya, beberapa orang mengatakan ingin bersilaturahmi makanya bertanya keberadaan rumah Mbah Muhyando.

Pengalaman ini didapat oleh Zahroni (40), teman sekolah Muhyaro yang menurutnya bertemu dengan sosok Yulanda Rafin sekitar satu tahun yang lalu.

"Saat itu saya akan berangkat ke tegalan (kebun). Namanya yang ditanyakan bukan Muhyaro tapi Mbah Muhyando. Yang ke sini banyak, duduk-duduk di sekitar desa. Perkiraan saya yang Pak Yulanda itu. Sekilas saya lihat pernah ketemu sekitar setahun yang lalu," ungkapnya.

Zahroni pun lalu bertanya ke sosok yang menurut dirinya diyakini sebagai Yulanda, anak guru besar Fakultas Hukum Undip Semarang Prof Dr Barda Nawawi itu.

"Mau apa ke Pak Muhyando? Mau silaturrahmi. Warga sama sekali tidak tahu jika dia (Muhyaro) dukun pengganda uang," katanya.

Kini, seluruh warga Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang mengetahui bahwa Muhyaro adalah pelaku penipuan yang berkedok sebagai dukun pengganda uang. Kemudian dengan keji dan tega menghabisi nyawa korbanya yang sudah menyetorkan puluhan juta, ratusan juta bahkan hingga miliaran rupiah kepadanya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.