LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mayoritas Warga Jabar Ingin Vaksin Covid-19 Buatan dalam Negeri

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim 93 persen warga sudah mengetahui soal vaksinasi Covid-19. Mayoritas dari mereka ingin menggunakan vaksin buatan dalam negeri.

2020-12-14 14:01:11
vaksin covid-19
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim 93 persen warga sudah mengetahui soal vaksinasi Covid-19. Mayoritas dari mereka ingin menggunakan vaksin buatan dalam negeri.

Meski tak menjelaskan secara detail mengenai survei itu, Emil menyatakan dari 1.086 sampling, 93 persen warga jabar sudah mengetahui soal vaksinasi. Lalu, yang belum memutuskan untuk divaksin sebanyak 43,8 persen. Sedangkan yang sudah yakin untuk divaksin 47,1 persen.

"Artinya, sosialisasi (soal vaksin ini) baik. yang tidak bersedia hanya 9 persen. sangat kecil. Yang belum memutuskan (divaksin) kebanyakan karena ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam sebelum berkeyakinan untuk divaksin," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/12).

Advertisement

"73,4 Persen menginginkan vaksin dalam negeri. Kita doakan vaksin lancar," kata dia lagi.

Hari ini pun Ridwan Kamil akan menjalani tes terakhir pengambilan darah sebagai relawan calon vaksin yang sedang diuji klinis hasil kerjasama Biofarma dan pengembang asal China, Sinovac.

Sedangkan vaksin yang dibeli pemerintah beberapa waktu lalu masih menunggu izin dari BPOM. Setelah ada izin, penggunaannya akan difokuskan pada tenaga kesehatan, anggota TNI/Polri, profesi rawan tertular Covid-19 dan sebagian warga yang berada di zona merah.

Advertisement

"Mohon doanya agar menghasilkan kesimpulan antibodi yang berlimpah di atas 90 persen sehingga bisa dibagikan," ucap dia.

"Vaksin yang dibeli langsung ada satu juta sekian (dosis) menunggu keputusan BPOM, itu berbeda dengan vaksin yang dites oleh relawan seperti saya di Biofarma," pungkasnya.

Baca juga:
Alasan Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac: Paling Terdepan
Wagub Cok Ace Nilai Wajar Jika Bali Jadi Prioritas Awal Vaksinasi Covid-19
PKS Pesan BPOM Hati-Hati Soal Vaksin Sinovac, Jangan Kejar Tayang
Cerita Dubes RI Terima Vaksinasi Covid-19 di Uni Emirat Arab
Belajar dari Hong Kong: Memilih Vaksin Sinovac karena Pertimbangan Politik
Latih 2.400 Vaksinator, Ini Fakta Pemprov Jatim Siap Distribusikan Vaksin Covid-19

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.