LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mayat pria penuh luka di Mojokerto korban pengeroyokan pemuda mabuk

Mayat Suratman (33), warga Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro Mojokerto, ditemukan di Sungai Kebo Turu, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Minggu (22/10) sore. Korban tewas akibat dikeroyok gerombolan pemuda mabuk.

2017-10-23 19:55:56
Pembunuhan
Advertisement

Mayat Suratman (33), warga Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro Mojokerto, ditemukan di Sungai Kebo Turu, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Minggu (22/10) sore. Korban tewas akibat dikeroyok gerombolan pemuda mabuk.

Polisi sudah menangkap dua belas orang terduga pelaku warga Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro. Hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengatakan para pelaku ditangkap setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan para saksi terkait penemuan mayat di sungai Desa Sekargadung. Para pelaku langsung diamankan di Mapolsek Pungging, sebelum dibawa ke Mapolres Mojokerto.

"Sepuluh orang kita amankan pada Minggu (22/10) malam setelah penemuan mayat. Sedangkan 3 orang lainya diamankan pada hari ini," kata AKP Budi Santoso, di Mapolsek Pungging, Senin (23/10).

Motif pengeroyokan hingga mengakibatkan korban tewas, diduga karena salah sasaran. Berawal saat korban memperbaiki motornya pada Minggu pagi di sebuah bengkel motor milik Kunting, di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging.

Di bengkel sudah ada salah satu pelaku Hari yang juga sedang memperbaiki motornya. Korban dan pemilik bengkel kemudian minum minuman keras jenis arak, tak lama para pelaku juga ikut pesta miras.

"Setelah pesta miras, si inisial H (Hari) marah pada pemilik bengkel karena motornya tak kunjung selesai diperbaiki. Kemudian terjadi pengeroyokan terhadap pemilik bengkel dan korban. Pemilik bengkel lari, sementara korban (Suratman) dikeroyok para pelaku menggunakan celurit dan balok kayu," jelas Budi.

Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian leher sebelah kanan dan beberpa luka di bagian muka. Korban berusaha lari hingga terjatung ke sungai kebo turu dan akhirnya meninggal di tengah sungai karena kehabisan darah.

"Hasil otopsi ada 6 luka sayatan senjata tajam. Di leher lika sayat sempanjang 9 sentimeter, di kedua pelipis matanya dan di pipi sebelah kirinya," terangnya.

Mereka ditangkap beserta barang bukti sebilah celurit, besi, balok kayu. Sementara satu orang yang diduga kuat otak dari pengeroyokan (Hari) masih dalam pengejaran karena diduga kabur ke luar kota.

"Meraka masih sebagai saksi dan dalam pemeriksaan intensif. Kita masih dalami keterlibatan dan peran masing-masing dari mereka. Otak pengeroyokan hingga korban tewas masih kita kejar," ucap AKP Budi Santoso.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.