LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mayat Petani di Lahat dengan Tubuh Tak Lengkap Diduga Diterkam Harimau

Setelah diketahui penyebabnya, penyelidikan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) karena di luar ranah pidana. Sementara potongan-potongan tubuh korban, termasuk yang baru ditemukan hari ini, kembali dimakamkan di satu lobang.

2019-12-24 00:13:00
Harimau Sumatera
Advertisement

Tim forensik Polda Sumatera Selatan telah melakukan autopsi terhadap jenazah Suhadi (57). Hasilnya, petani kopi dipastikan tewas akibat serangan binatang buas.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah mengungkapkan, meski telah diketahui penyebab kematiannya, tetapi belum diketahui jenis binatang buas yang menyerang korban.

"Laporan forensik, hasilnya positif karena binatang buas. Tapi tidak diketahui binatang apa," ungkap Irwansyah saat dihubungi merdeka.com, Selasa (23/12).

Advertisement

Setelah diketahui penyebabnya, penyelidikan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) karena di luar ranah pidana. Sementara potongan-potongan tubuh korban, termasuk yang baru ditemukan hari ini, kembali dimakamkan di satu lobang.

"Bukan wewenang kita lagi. Kita lanjutkan penyelidikan jika bukan karena binatang buas," ujarnya.

Advertisement

Meski belum dapat disimpulkan jenis binatangnya, kata dia, informasi yang diterima dari BKSDA adalah harimau Sumatera. Dugaan muncul lantaran ditemukan jejak harimau di TKP dan ciri-ciri obyek yang ditimbulkannya.

"Informasi dari BKSDA dugaan kuat jenisnya harimau bukan binatang lain," tegasnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Mulak Ulu Lahat AKP Kasmini Dardah. Dugaan mengarah ke harimau Sumatera berdasarkan temuan jejak kaki raja hutan itu di sekitar potongan tubuh korban saat evakuasi hari pertama, Minggu (22/12).

"Ya, jejak binatang buas di lokasi ada, banyak juga di TKP. Diduga kuat milik harimau," kata dia.

Kasmini juga mendengar desas-desus ada warga yang pernah melihat harimau tak jauh dari TKP sebelumnya kejadian. Hanya saja, pihaknya tak bisa mengonfrontir lebih lanjut lantaran kabar itu didapat dari mulut ke mulut.

"Kabarnya begitu, tapi tidak tahu siapa yang melihatnya (harimau). Ini kan kabar-kabar saja," kata dia.

Terkait situasi terkini, Kasmini menyebut masyarakat masih merasa ketakutan masuk ke hutan. Pihaknya mengimbau petani lebih waspada ketika berkebun agar tak menjadi korban selanjutnya.

Jika tetap ingin ke kebun, diminta tidak sendirian, hindari berangkat terlalu pagi dan pulang terlalu sore.

"Dibilang mencekam tidak juga, cuma masyarakat masih takut saja," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, potongan tubuh Suhadi ditemukan di kebun kopi miliknya tak jauh dari kediamannya di Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat, Minggu (22/12).

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya saat mengantar beras di kebun kopi tak jauh dari kampungnya, Minggu (22/12). Jasad korban tak lagi utuh dan sudah terpotong-potong dan terpisah di tempat berbeda, beberapa organ hilang.

Selama sepekan terakhir, korban menginap sendirian di kebun. Sambil memanen kopi, dia juga menunggu buah durian runtuh.

Diduga saat itulah terjadi serangan harimau yang membuatnya tewas.
Kejadian ini menambah daftar korban akibat diterkam harimau di seputaran Gunung Dempo. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, total ada enam peristiwa, empat petani di antaranya tewas.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.