Mayat di ladang Nadya Bella Anggraeni, dikenali lewat helm
Nadya pamitnya akan menghadiri acara Karang Taruna bersama seorang teman prianya.
Firasat Bonadi (35) sepertinya tidak dapat disembunyikan, ketika diminta datang ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Karena sudah lima hari belakangan, dirinya dan keluarga sedang mencari keberadaan putrinya, Nadya Bella Anggraeni (19).
Sambil dipandu melalui handphone oleh seseorang yang tengah dimintai keterangan polisi, Bonadi mengendarai sepeda motornya menuju kamar mayat. Dia sepertinya belum pernah tahu lokasi kamar jenazah sehingga sempat kebablasan.
Begitu tiba di depan pintu, Bonadi langsung roboh dari sepeda motornya yang masih menyala. Pria warga Jalan Candi Bukir Sari Kota Malang itu berteriak histeris, memastikan kalau jenazah yang ditemukan polisi adalah putrinya.
"Iku anakku tah, anakku ya Allah," katanya langsung roboh, Kamis (1/9).
Anggota polisi yang menunggu kedatangannya dengan dibantu tim rescue membopongnya ke sebuah kursi panjang. Begitu sadar, lagi-lagi Bonadi berteriak histeris dan kembali pingsan.
"Bapak harus tenang, harus kuat, nanti kalau tidak tenang apa bisa mengenali anaknya," kata Sri, salah seorang tenaga rescue yang mencoba menenangkannya.
Tetapi Bonadi kembali pingsan sebelum beranjak dari tempat duduknya. Petugas pun berkali-kali memberi pemahaman bahwa jenazah tersebut belum tentu anaknya.
"Anak saya pakai kaos pink. Gak bawa (tas), pakai celana jeans, sepatunya saya lupa," katanya kepada seorang polisi.
Polisi akhirnya berinisiatif untuk menunjukkan barang-barang yang dikenakan oleh korban. Sejumlah barang yang terbungkus plastis diambil dari mobil tim identifikasi.
"Iki helmme anakku, isih anyar. Anakku iki, iki anakku. Iki sepatune anakku," katanya tak lagi bisa menyimpan kesedihan. Tangis pun pecah yang membuat halaman rumah sakit gaduh.
Anak Bonadi, Nadya Bella Anggraeni hilang sejak Sabtu (27/8). Saat itu Nadya pamitnya akan menghadiri acara Karang Taruna bersama seorang teman prianya. Bella tercatat sebagai mahasiswa D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di persawahan Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenazah diduga korban kekerasan yang kemudian dibuang oleh seseorang.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro dengan wajah optimis meninggalkan lokasi bersama timnya. Pihaknya berdasar keterangan saksi sudah mengantongi nama seseorang yang terakhir bersama korban.
"Ciri sudah diketahui. Semoga segera terungkap," katanya.