May Day di Medan diwarnai unjuk rasa, joget, hingga panjat pinang
Mereka menuntut pencabutan PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, pencabutan Perpres No 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, menolak revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, turunkan harga BBM, beras dan tarif dasar listrik, hingga pengajar asing
Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Medan, Selasa (1/5), terpecah di sejumlah lokasi. Ada yang berunjuk rasa, namun sejumlah kelompok memilih bergabung dengan pemerintah dan aparat keamanan menikmati hiburan, perlombaan, serta pembagian sembako dan hadiah.
Kelompok yang berunjuk rasa memilih melakukannya di pusat kota, seperti Lapangan Merdeka, Bundaran Majestik, hingga depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro.
Aksi unjuk rasa dilakukan buruh dan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Melawan Sumatera Utara (GERAM-SU) di Lapangan Merdeka, Medan. Mereka di antaranya menuntut pencabutan PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, pencabutan Perpres No 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, menolak revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, turunkan harga BBM, beras dan tarif dasar listrik, hingga menolak tenaga pengajar asing.
Sementara massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berkumpul di Lapangan Merdeka kemudian bergerak ke Bundaran Majestik sebelum ke Kantor Gubernur Sumut. Mereka menuntut penurunan harga beras, BBM, listrik, serta kepastian ketersediaan pangan dan energi. Mereka juga menolak upah murah, cabut PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan merevisi item Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Pengunjuk rasa juga menolak TKA China. Mereka mendesak penghapusan sistem outsourcing dan menyuarakan agar buruh memilih presiden yang proburuh pada 2019.
Seperti tahun lalu, selain mereka yang berunjuk rasa, terdapat pula kelompok-kelompok buruh yang memilih bergembira bersama pemerintah dan aparat keamanan pada May Day.
Di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo, seribuan orang yang tergabung dalam Gabungan Buruh Serikat dan Pekerja Indonesia (GABSI) se-Kota Medan mengikuti fun day. Acara dihadiri Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin; Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto; Dandim 0201/BS, Kolonel Infantri, Bambang Herqutanto; dan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis. "Selamat Hari Buruh Internasional. Semoga dengan acara seperti ini, Kota Medan selalu kondusif," kata Dzulmi Eldin.
Kegiatan di Gelanggang Remaja juga diisi pembagian sembako gratis, perlombaan, dan panggung hiburan. Selain berjoget ria, para buruh juga berkesempatan mendapatkan lucky draw dan 1.500 paket sembako.
Kegiatan hampir sama juga digelar di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), Jalan Williem Iskandar. Di tempat ini ribuan buruh mengikuti, panggung hiburan, pembagian paket sembako gratis, serta sejumlah perlombaan. Para buruh berjoget dan mengikuto lomba tarik tambang hingga panjat pinang di lokasi ini.
Kegiatan di LPP ini dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, dan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). “Kita semua harus bergembira, tidak hanya buruh, tapi kita semua harus bahagia karena hari ini adalah hari kemenangan,” kata Paulus.
Baca juga:
Ikut demo buruh, Yusril janji gugat Perpres Tenaga Kerja Asing
Barracuda dan water cannon amankan Hari Buruh di depan Istana
Dukung Prabowo, buruh minta dijadikan menteri tenaga kerja
Ikut demo di depan DPR, Amien Rais robek topeng buruh TKA
Rieke Diah Pitaloka turun ke jalan peringati May Day bersama ribuan buruh
Tolak tenaga kerja asing jadi tuntutan para buruh di Malang saat May Day
Ngotot mau bakar ban, demonstran Hari Buruh di Makassar diciduk polisi