LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mau Ngopi dan Jalan-jalan ke Kintamani Bali, Wajib Bawa Suket Rapid Test Non Reaktif

Ia menerangkan, berlakunya aturan pengunjung membawa surat rapid test ke Kintamani, sudah dilakukan sejak kemarin Rabu (24/6), dan hal itu akan dilakukan oleh petugas badan pengelola Pariwisata Geoprak, Kintamani.

2020-06-25 23:32:00
Bali
Advertisement

Kendati pariwisata di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, masih tutup akibat pandemi Covid-19. Namun, di beberapa objek wisata seperti kawasan pegunungan Kintamani justru ramai pengunjung.

Melihat hal itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bangli, mewajibkan pengunjung yang datang ke Kintamani wajib menunjukkan Surat Keterangan (Suket) hasil rapid test non reaktif. Kendati, para pengunjung hanya mau ngopi di warung atau restoran para pengunjung dari luar Bangli diwajibkan bahwa suket rapid test non reaktif.

"Benar, semua pengunjung wajib (bawa Suket rapid test non reaktif)," kata I Wayan Dirgayusa selaku Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, Bali, saat dihubungi, Kamis (25/6).

Advertisement

Ia menerangkan, berlakunya aturan pengunjung membawa surat rapid test ke Kintamani, sudah dilakukan sejak kemarin Rabu (24/6), dan hal itu akan dilakukan oleh petugas badan pengelola Pariwisata Geoprak, Kintamani.

"Sejak kemarin berlaku. Sudah mulai cuman tenaga yang akan melakukan verifikasi terhadap suket itu masih melakukan konsolidasi internal. Tapi, intruksi sudah mulai kemarin, dari pelaksana mungkin satu atau dua hari diefektifkan," jelasnya.

Ketentuan, pengunjung ke Kintamani membawa suket rapid test itu akan berlaku sampai pada tanggal 9 Juli 2020. Karena, pada tanggal itu diperkirakan obyek pariwisata di Bali akan dibuka kembali.

Advertisement

"Sampai dengan tanggal 9. Karena tanggal 9 obyek mulai dibuka. Tujuannya, adalah mengendalikan agar tidak ramai dulu pengunjung. Sampai dengan tanggal 9, kita antisipasi," ungkapnya.

Ia juga menerangkan, pengunjung dari luar wilayah Kabupaten Bangli, dari informasi yang didapat sangat ramai mendatangi kawasan Kintamani.

"Iya ramai sekali dua kali lipat dari pengunjung biasanya itu. Obyek wisata belum dibuka. Tapi mereka di warung-warung, informasi dari pengelolaan restoran dan warung memang banyak dari luar Bangli," ujarnya.

"Harapannya, dari Pemda mengendalikan jumlah pengunjung setelah itu menyeleksi jumlah pengunjung yang datang ke Kintamani dan benar-benar bebas dari indikasi Covid-19. Kalau bawa suket iya boleh. Kalau tidak bawa dipulangkan," ujar Dirgayusa.

Baca juga:
Reaktif Covid-19 Saat Ditangkap, Buronan Kejari Dikarantina di Rumdin Walkot Semarang
Jubir Presiden Sebut Pemerintah Sudah Punya Cara Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19
Mahfud MD: Jangan Berpikir Terus Sembunyi dari Covid-19
Kunci Penanganan Covid-19 di NTT Kesadaran Masyarakat dan Kontrol Daerah
PSBB Transisi, Pemakaman Korban Covid-19 di TPU Tegal Alur Meningkat

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.