Masyarakat Indonesia diminta tetap bersatu jelang pilkada serentak
Masyarakat Indonesia diminta tetap bersatu jelang pilkada serentak. Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia, Tjahjadi Nugroho, mengatakan, pertemuannya dengan Wiranto tersebut secara spesifik membahas Pilkada Serentak khususnya Pilkada DKI Jakarta yang rentan dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Asosiasi Pendeta Indonesia berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat menjaga persatuan menjelang Pilkada Serentak tahun 2017. Gelaran Pilkada Serentak memang diakui rentan terhadap perpecahan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia, Tjahjadi Nugroho usai menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto di Kantornya, Kamis (13/10).
"Yang penting jangan sampai apapun itu di Pilkada dapat merusak dan mencerai-beraikan bangsa," kata Tjahjadi.
Meski demikian, Tjahjadi membantah pertemuannya dengan Wiranto tersebut secara spesifik membahas Pilkada Serentak khususnya Pilkada DKI Jakarta yang rentan dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Dia mengatakan pertemuan tersebut lebih fokus membahas seputar keagamaan di seluruh Indonesia.
"Kita bicara nasional, kita kan statusnya Dewan Pimpinan Pusat," ujarnya.
Tjahjadi menjelaskan, untuk menjaga persatuan diimbau seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai dalam Pancasila. Dia meyakini lewat hal ini, perpecahan tak akan terjadi, baik dalam Pilkada Serentak maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Jaga persatuan dengan komitmen itu," ujarnya.
Baca juga:
Kontras protes Polda Aceh tambah 1.900 personel amankan pilkada
Pilkada serentak, Jenderal Tito ingatkan Polri harus netral
Kapolri Tito minta anak buahnya siap hadapi Pilkada Serentak 2017
Incumbent dilarang bikin kebijakan yang bisa pengaruhi pemilih
KPU sebut isu SARA di Pilkada picu konflik horizontal
Ketua KPU: Jangan sampai ada Paslon tak anggap serius masa kampanye
KPU: Aktivitas politik bakal calon kepala daerah banyak diprotes