LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Masyarakat diminta tak telan mentah-mentah info seliweran di medsos

Informasi hoaks masih merajalela menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kondisi ini harus segera diantisipasi. Masyarakat juga harus disadarkan tentang bahaya hoaks yang menyebar masif terutama melalui media sosial.

2018-10-11 16:28:16
Berita Hoax
Advertisement

Informasi hoaks masih merajalela menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kondisi ini harus segera diantisipasi. Masyarakat juga harus disadarkan tentang bahaya hoaks yang menyebar masif terutama melalui media sosial.

"Kita harus bisa lebih cermat dalam menerima informasi sehingga tidak dengan mudah percaya begitu saja. Analoginya seperti orang yang terkena berbagai macam kuman dan bakteri, maka orang itu harus memperkuat daya tahan tubuh," ujar Koordinator Gerakan #BijakBersosmed Enda Nasution, Kamis (11/10).

Menurutnya, dengan maraknya hoaks masyarakat kita akan sangat dirugikan. "Habis waktu dan energi untuk membahas sesuatu yang tidak perlu. Masyarakat juga kehilangan kepercayaan. Ditakutkan dengan adanya hoaks menimbulkan perpecahan di antara kita," katanya.

Advertisement

Untuk menghentikan hoaks, lanjut Enda, harus ada kesadaran dari masing-masing masyarakat. Paling tidak ketika menerima informasi dicerna terlebih dahulu tidak langsung disebarkan.

"Dengan kesadaran itu tentunya kita harapkan tidak meluas penyebaran hoaks berikutnya," tuturnya.

Lebih lanjut Enda mengimbau agar masyarakat dapat menjalani hari-harinya tanpa hoaks. Dia menilai dengan meningkatnya literasi digital masyarakat, maka makin tinggi sensitifitas dari berbagai jenis informasi beredar.

Advertisement

"Oleh karena itu biasakan untuk mendapatkan sumber informasi dari beberapa sumber sebelum kita bisa memastikan apakah informasi tersebut benar, akurat dan berdasarkan fakta atau tidak," kata alumni Teknik Sipil ITB ini

Untuk itu, menurutnya, perlu adanya peran pemerintah dan aparat penegak hukum menyikapi hoaks yang muncul di media sosial. Pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai mempunyai otoritas dan tanggung jawab lebih untuk memberikan verifikasi terhadap hoaks.

"Sangat diharapkan tentunya peran aktif pemerintah dan aparat penegak hukum bukan hanya pada menindak mereka yang menyebarkan hoaks secara sengaja, tapi juga untuk mengklarifikasi informasi-informasi yang beredar," tandasnya.

Baca juga:
Tindaklanjuti pelaporan hoaks Ratna Sarumpaet, TKN Jokowi sambangi Bawaslu
Kepsek SMAN 87 nonaktifkan guru yang diduga doktrin siswa untuk salahkan Jokowi
Timses sebut Pilpres 2019 terberat karena Jokowi sering diserang hoaks
Anies akan sanksi guru SMA 87 bila terbukti bersalah
Ikut preskon Prabowo sebut Ratna dianiaya, alasan polisi panggil Amien Rais
Kabar relawan BPBD diusir Bappeda Kota Palu tidak benar

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.