LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Masyarakat Diingatkan Hormati Perbedaan, Jangan Merasa Paling Benar

Sangat disayangkan kalau ada materi dakwah menimbulkan keresahan bisa memecah belah persatuan.

2022-01-20 19:55:00
Toleransi
Advertisement

Dakwah menjadi ujung tombak dalam penyebaran agama sehingga mampu menyatukan umat. Sangat disayangkan kalau ada materi dakwah menimbulkan keresahan bisa memecah belah persatuan.

Pemimpin Kedaulatan Santri (KESAN), Hamdan Hamedan mengatakan, ada tiga kiat dakwah dapat mempersatukan segenap anak bangsa. Pertama, dakwah yang baik, cara penyampaiannya serta isinya bermanfaat.

"Akan bermanfaat bagi pendengar dakwah, sedangkan adab yang baik membantu memastikan konten yang baik akan diterima oleh pendengar," ujar Hamdan dalam keterangannya, Kamis (20/1).

Advertisement

Kedua, menurutnya, yaitu dakwah yang benar. Di mana konten yang ingin disampaikan kepada umat atau masyarakat sudah teruji kebenaran dan keakuratannya. "Jangan asal mengutip dari internet tanpa mengetahui sumbernya. Hal ini dapat menciptakan kegaduhan," tuturnya.

Ketiga, adalah dakwah yang tepat disampaikan di waktu dan tempat yang tepat. Lebih lanjut, Hamdan juga menekankan agar mempelajari perbedaan, baik itu perbedaan di masyarakat maupun perbedaan pendapat dikalangan ulama dan juga menghormati perbedaan yang ada.

"Kuncinya, kita harus menghormati perbedaan itu sendiri, termasuk perbedaan yang ada di dalam agama kita sendiri. Kita perlu bijak dan menghindari merasa diri paling benar," tutur santri muda ini.

Advertisement

Hamdan juga menyinggung kasus perusakan sesajen yang sempat viral dan membuat kegaduhan di jagad sosial media beberapa waktu lalu. Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu memahami bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang majemuk.

"Kita harus paham bahwa kita hidup di negara yang majemuk, di mana ada orang yang mengamalkan suatu peribadatan yang berbeda, maka itu pun dilindungi oleh negara. Tetapi negara juga memberi ruang kepada kita (umat Islam) untuk mengamalkan ataupun beribadah sesuai dengan keyakinan kita," jelasnya.

Hamdan juga menuturkan diperlukan pemahaman bahwa perbedaan jangan dijadikan persoalan.

"Kalau kita melihat adanya perbedaan dalam keyakinan, tentunya kita juga harus menyikapinya dengan bijaksana bahwa perbedaan adalah hal yang wajar," tandasnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.