Massa Perusuh Ngaku Dibayar Rp300 Ribu ke Pedagang di Slipi
Seorang ibu rumah tangga berinisial I merasa yakin, massa yang berbuat rusuh adalah bayaran. Sebab, ia menanyakan langsung kepada massa. "Saya kan jualan di sini, mereka (massa) beli makanan dan minuman ke sana. Saya tanya, katanya diajak dan dibayar Rp 300 ribu," ujarnya.
Warga Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, tetap waspada mengantisipasi akan adanya kerusuhan susulan, Kamis (23/5). Hal ini terlihat warga yang masih menjaga di tiap-tiap gang depan rumahnya.
Pantauan merdeka.com, di salah satu gang terlihat beberapa pemuda yang menjaga kampungnya.
"Ya kita masih jaga-jaga ya mas, kalau kenapa-kenapa," kata Wawan kepada merdeka.com, di lokasi, Kamis (23/5).
Katanya, kondisi telah kondusif. Namun, warga masih melakukan pengamanan.
"Ya kalau aman itu tadi pagi ya, tapi kita masih jaga. Tadi malam saja banyak yang tidur di sini, gelar karpet dan sahur di sini mas," ujarnya.
Sementara itu, warga berharap kalau aksi kerusuhan tak terulang kembali.
"Ya sudahlah, ini kan bulan puasa. Kalau bisa sudahlah," cetus seorang warga.
Sementara itu seorang ibu rumah tangga berinisial I merasa yakin, massa yang berbuat rusuh adalah bayaran. Sebab, ia menanyakan langsung kepada massa.
"Saya kan jualan di sini, mereka (massa) beli makanan dan minuman ke sana. Saya tanya, katanya diajak dan dibayar Rp300 ribu," ujarnya.
Dengan hal ini, I menyarankan massa tersebut untuk kembali pulang ke rumah.
"Mendingan pulang, ini kan mau lebaran, dari pada kenapa-kenapa, kagak ikut lebaran kan," katanya.
Baca juga:
Demo Ricuh 22 Mei di Pontianak, 18 Orang Dirawat di Rumah Sakit
JK Apresiasi Sikap NU Tak Terlibat Aksi Kerusuhan Depan Bawaslu
Pascademo Rusuh 21-22 Mei, 58 Ribu Anggota TNI-Polri Bersiaga Amankan Jakarta
Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Meredanya Demo 22 Mei
NasDem Sebut Sikap Tidak Menerima Kekalahan Bisa Merusak Demokrasi
Polri Bentuk Tim Investigasi 7 Korban Meninggal Demo 21-22 Mei