Masjid Kubah Emas, Warisan Dian Al Mahri Kebanggaan Warga Depok
Nama Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat dikenal mewah se-Asia Tenggara. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dari total lahan seluas 70 hektare.
Nama Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat dikenal mewah se-Asia Tenggara. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dari total lahan seluas 70 hektare.
Hampir seluruh sudut area masjid dipenuhi dengan aneka pepohonan. Kompleks masjid ini terdiri dari tiga bangunan. Yaitu masjid yang menjadi bangunan utama, kemudian di sampingnya ada kediaman Dian Al Mahri dan satu aula yang digunakan untuk pertemuan.
Material di masjid ini terbilang mewah karena didatangkan dari luar negeri. Granit di masjid didatangkan dari Brazil. Sedangkan emas yang melapisi kubah berasal dari Italia.
Bangunan masjid terdiri dari lima kubah yang menandakan rukun Islam. Kemudian ada juga enam menara yang menandakan rukun Iman.
Jarak dari pintu gerbang menuju masjid sekitar 2 kilometer. Pembangunan masjid ini didesain oleh Dian sendiri dan dibantu oleh arsitek dalam negeri bernama Uke Setiawan. "Ibu sendiri yang design, dibantu dengan Uke Setiawan," kata Ratu Ayu Novianti, anak ke delapan almarhumah, Jumat (29/3).
Dia menceritakan masjid dibangun cukup lama sampai akhirnya dibuka untuk umum. Bahkan masjid ini menjadi destinasi wisata warga Depok dan sekitarnya. "Membangun mesjid ini memakan waktu enam sampai tujuh tahun. Seingat saya, mulai dibangun sejak 2001," tukasnya.
Ditanya soal uang yang dihabiskan ketika almarhumah membangun masjid, Ratu Ayu mengaku tidak tahu. Karena almarhumah selalu berpesan pada keluarga untuk tidak menghitung berapa jumlah nominal biaya yang sudah dikeluarkan untuk membangun.
"Kami sebagai anak, tidak boleh menghitung berapa biaya yang dikeluarkan. Jadi sesuatu yang sudah diberikan, katanya jangan diingat lagi," ungkapnya.
Selain di Depok, almarhumah juga banyak mendirikan masjid di daerah lain. Namun dia enggan menyebutkan di mana saja. "Alhamdulilah yang sampai saat ini beliau bangun adalah rumah Allah, untuk masjid di tempat lain lupa. Ya karena itu tadi, beliau mengajarkan apa yang sudah dibangun langsung diberikan kepada masyarakat tidak usah diingat lagi tapi paling penting, kita yang menjaga dan merawatnya," paparnya.
Masjid ini dibuka setiap hari. Namun ada jam operasional ketika hendak berkunjung. Masjid mulai dibuka pukul 04.00-07.00 WIB atau ketika salat subuh sampai pagi. Kemudian akan ditutup pukul 07.00-10.00 WIB.
"Karena dilakukan pembersihan dan pengecekan karyawan," kata Azhari, salah satu karyawan.
Masjid kembali dibuka pukul 10.00-20.00 WIB atau selepas waktu Isya. Sedangkan khusus hari Kamis masjid dibuka sore hari.
"Karena pagi hari dilakukan pembersihan total masjid untuk persiapan solat Jumat. Jadi semua karpet dibersihkan," jelasnya.
Azhari sendiri sudah menjadi karyawan Dian sejak tahun 2007. Sehingga dia sudah sangat paham karakter Dian. Satu hal yang mencolok adalah perihal kesenangan terhadap tanaman.
"Ibu suka tanaman. Makanya di sini kan banyak banget pohon dan bunga. Bahkan ibu sendiri yang nanam," katanya.
Saking cintanya terhadap tanaman, Dian kerap membeli tanaman dengan harga yang fantastis. Dan jika sudah tidak suka dengan tanaman lama maka Dian akan langsung mengganti dengan yang baru. "Satu pot aja ada yang harganya jutaan," pungkasnya.
Baca juga:
Sebelum Meninggal, Dian Al Mahri Tinggalkan 2 Pesan untuk Anaknya
Mengenal Sosok Dian Al Mahri, Pemilik Masjid Kubah Emas Depok
Ribuan Orang Antar Kepergian Dian Al Mahri ke Peristirahatan Terakhir
Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Tutup Usia