Masjid Diimbau Tidak Menjadi Tempat Kampanye
Najih berharap, masjid sebagai pemersatu bangsa. Sebab, dia menilai, saat ini Indonesia sedang menghadapi persoalan disintegrasi karena adanya polarisasi di masyarakat menjelang Pilpres dan Pileg 2019.
Sekjen Ikatan Alumni Suriah Indonesia, Muhammad Najih Arromadloni mengimbau agar masjid tidak dijadikan tempat berkampanye ataupun berpolitik. Bahkan, dia meminta bendera bendera partai pun dilarang untuk berkibar di masjid.
Dia menjelaskan, masjid merupakan tempat semua umat muslim dan bukan tempat golongan tertentu saja. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Kemasjidan dengan tema 'Mewujudkan Masjid Sebagai Media Penyebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin dan Pemersatu Bangsa'.
"Kami menolak politisasi masjid dan harus mengembalikan posisi masjid sebagai tempat peribadatan, pendidikan, persatuan bangsa. Kita jelas melarang politisasi sampai masuk ke dalam masjid yang dapat memecah belah bangsa" katanya di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/12).
Najih berharap, masjid sebagai pemersatu bangsa. Sebab, dia menilai, saat ini Indonesia sedang menghadapi persoalan disintegrasi karena adanya polarisasi di masyarakat menjelang Pilpres dan Pileg 2019.
"Seperti ketika penceramah menyampaikan materi politik maka otomatis memecah belah jemaahnya, ditambah aktivitas kampanye di masjid itu dapat menodai masjid" ujarnya.
Seminar ini turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Jakarta Ikhsan Tanggok dan Sekjen Ikatan Alumni Suriah Indonesia Muhammad Najih Arromadloni.
Baca juga:
Hari Ini, Sandiaga Uno Mulai Blusukan di Kandang Banteng
Relawan Yakin Jokowi Sudah Maksimal Membangun, Indonesia Tak Akan Punah
Ketua BPN Prabowo-Sandi: Nasionalisme Luluh Karena Duit Kapitalis
Tim Prabowo Sebut Jokowi Berprestasi Bangun Tol Kerupuk
Prabowo: Banyak Elite di Jakarta Tidak Mengerti Perjuangan Rakyat di Timor Timur