Masjid Al Ikhlas yang dihancurkan dibangun lagi
Pembangunan masjid ini diperkirakan mencapai Rp 808 juta.
Kodam I Bukit Barisan akhirnya membangun kembali Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, yang sempat di-ruilslag dan dihancurkan. Rumah ibadah itu dibangun kembali di lokasi semula.
"Saya berharap pembangunan ini dapat menetralisir konflik antara Kodam dengan kelompok umat Islam," kata Pangdam I/BB Mayjend Lodewijk F Paulus saat acara peletakan batu pertama Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Selasa (15/5).
Ruilslag dan penghancuran Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, yang dilakukan Kodam I/BB--di masa Pangdam I/ BB Mayjen TNI Leo Siegers--, Mei 2011, menjadi isu sensitif di Kota Medan. Sejak itu, hampir setiap usai salat Jumat terjadi unjuk rasa menuntut pembangunan kembali rumah ibadah ini. Isu tersebut dikhawatirkan merusak kekondusifan Sumut sebagai daerah yang majemuk.
Masjid Al Ikhlas akan kembali dibangun di atas lahan 20x20 meter. Bangunan induknya seluas 132 meter persegi dan dilengkapi menara setinggi 12 meter. Rumah ibadah ini rencananya akan selesai dalam waktu 183 hari kerja.
"Biayanya itu tadi Rp 808 juta. Biayanya dari hamba Allah," ucap Lodewijk.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini juga memaklumi jika sebagian kalangan umat belum puas dengan luas bangunan baru ini.
"Andaikan kurang, sekitar 400 m dari lokasi juga sudah dibangun masjid pengganti seluas 900 meter persegi," katanya.
Ketua MUI Sumut Abdullah Syah menyatakan terima kasih kepada Pangdam I/BB karena membangun kembali Masjid Al Ikhlas.
"Semoga ini menjadi titik temu antarumat. Kita berharap semua selesai," kata Abdullah Syah.(mdk/lia)