Masih trauma, sejumlah warga di Sigi belum berani tinggal di dalam rumah
Sebagian rumah warga tidak roboh, namun retak tidak layak huni. Sampai saat ini warga belum berani beraktivitas dan tidur di rumah.
Sejumlah rumah warga di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, rusak berat pascagempa, Jumat (28/9) petang.
"Banyak rumah yang roboh dan rusak berat tidak layak huni," ucap Hardianti, salah seorang warga Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi, Sigi, saat dihubungi dari Palu, Sabtu (13/10). Dikutip dari Antara.
Hardianti mengaku bahwa banyak rumah-rumah warga di Desa Bolapapu, Laone dan Mataue yang roboh diguncang gempa 7,4 SR.
Sebagian rumah warga tidak roboh, namun retak tidak layak huni. Sampai saat ini warga belum berani beraktivitas dan tidur di rumah.
"Warga masih trauma dengan gempa, belum lagi rumah retak-retak. Belum berani untuk tinggal di rumah," akui Orhyn, sapaan akrab Hardianti.
Banyak warga yang selamat dari guncangan gempa. Namun, pascagempa, bantuan makanan lambat tiba di Kulawi.
Hal itu karena akses jalan menuju Kulawi tertutup longsor. Akses jalan darat baru terbuka kurang lebih 10 hari pascagempa.
Kondisi itu membuat warga bertahan hidup dengan mengkonsumsi ubi, pisang dan sebagainya termasuk mengkonsumsi air sungai untuk bertahan hidup.
Saat ini warga Kulawi butuh bantuan tenda dari pemerintah agar mereka bisa terlindung dari hujan dan angin saat tidur malam hari. Warga juga butuh bantuan makanan dan air bersih serta bantuan obat-obatan.
Baca juga:
Warga Petobo enggan bangun rumah di lokasi bekas terkena Likuifaksi
Kondisi korban gempa dan tsunami di Donggala semakin memprihatinkan
Bertahan hidup dari puing bencana di Palu
70 Persen korban likuefaksi di Petobo Palu terserang ISPA
Karyawan bank sentral Thailand galang dana bagi korban gempa Palu dan Donggala