LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Masalah kesenjangan mayoritas dan minoritas perlu jadi sorotan

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini menjelaskan, dimensi dimaksud ada mayoritas dan minoritas dilihat dari jumlah. Selain itu, ada mayoritas dan minoritas dari segi potensi dan peranan di Indonesia.

2016-12-30 18:56:00
Hasyim Muzadi
Advertisement

Sekjen International Conference Of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi melihat kesenjangan mayoritas dan minoritas menjadi poin penting ditekankan. Apalagi hampir setiap hari selalu dibahas masalah tersebut,

Itu disampaikan Hasyim Muzadi dalam refleksi akhir tahun 2016, melalui keterangan persnya. Hasyim mengatakan, hampir setiap hari selalu dikumandangkan hubungan mayoritas dan minoritas. Pada umumnya, esensi itu adalah agar mayoritas melakukan toleransi bahkan perlindungan terhadap minoritas.

Sebab, kata dia, kalau tidak dilakukan, selalu ditempatkan pada posisi intoleran dan tidak Bhinneka Tunggal Ika. "Padahal fakta mayoritas dan minoritas di Indonesia ada dua dimensi,” kata Hasyim, Jumat (30/12).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini menjelaskan, dimensi dimaksud ada mayoritas dan minoritas dilihat dari jumlah. Selain itu, ada mayoritas dan minoritas dari segi potensi dan peranan di Indonesia.

Dia menuturkan, biasanya menyebut mayoritas ditinjau dari segi populasi maka artinya adalah pribumi. Sedangkan jika ditinjau dari segi keagamaan adalah umat Islam. Dengan demikian, selebihnya dari itu disebut minoritas.

Sehubungan dengan sistem ketatanegaraan masih liberalistik, ungkap Hasyim, dalam politik justru membuahkan subsistem ekonomi sentralistik. Sehingga terjadi banyak minoritas mempunyai segi kemampuan ekonomi lebih baik.

"Dalam konteks ini, minoritas mempunyai potensi ekonomi jauh lebih besar dibanding dengan mayoritas dalam jumlah yang posisi ekonominya masih rendah," ujarnya.

Pertanyaannya sekarang, papar mantan ketua umum PBNU ini, mayoritas dalam populasi dan agama relatif telah melakukan toleransi dan perlindungan sekalipun tentu belum optimal lantaran masih terjadi pergesekan. Namun, belum terlihat di Indonesia adalah toleransi minoritas berkekuatan mayoritas di bidang ekonomi dan peranan membagi toleransinya kepada mayoritas yang rendah potensinya.

Baca juga:
Hasyim Muzadi sarankan PDIP usung kader di Pilgub DKI
Hasyim Muzadi ajak ulama bangkit selamatkan agama dan negara
Hasyim Muzadi: Jihad adalah perjuangan dan teror bukan perjuangan
Hasyim Muzadi desak penanganan terorisme harus manusiawi
Bahas Islam, Jokowi bertemu pimpinan Universitas Al Azhar Kairo
Ibarat seorang ibu,Gontor melahirkan 'anak' dengan berbagai karakter

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.