Ma'ruf Amin sebut pembakaran bendera kalimat tauhid cukup dipolisikan, tak perlu demo
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tetap tenang terkait aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser, di Kabupaten Garut. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga meminta agar kasus tersebut diserahkan ke kepolisian.
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tetap tenang terkait aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser, di Kabupaten Garut. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga meminta agar kasus tersebut diserahkan ke kepolisian.
Pernyataan Ma'ruf Amin tersebut disampaikan kepada wartawan saat akan meninggalkan Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo, Rabu (24/10). Menurut dia, jangan sampai peristiwa tersebut menimbulkan kegaduhan yang besar di kalangan umat Islam dan masyarakat Indonesia.
"Kita serahkan kepada pihak kepolisian saja. Jangan sampai peristiwa ini menimbulkan kegaduhan yang besar," ujarnya.
Ma'ruf mengimbau kepada masyarakat maupun umat Islam agar tidak lagi melakukan aksi demonstrasi. Masyarakat diminta mempercayakan kasus tersebut kepada pihak berwajib, yakni kepolisian untuk mengusutnya.
"Enggak perlu saya kira (demo), kan ada polisi yang menyelesaikan," pungkas pasangan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 itu.
Baca juga:
GP Ansor klaim temukan pengibaran bendera HTI saat Hari Santri di sejumlah daerah
GP Ansor kukuh bendera dibakar anggota Banser di Garut HTI
GP Ansor minta maaf masyarakat jadi gaduh, tapi tidak soal pembakaran bendera HTI
Gelar perkara pembakaran bendera berkalimat tauhid, polisi bakal hadirkan ahli agama
Polisi cari perekam dan pengunggah video pembakaran bendera berkalimat tauhid
Polisi buru pemilik bendera mirip HTI yang dibakar di Garut