Ma'ruf Amin Minta BKKBN Bantu Turunkan Angka Stunting
Dia berpesan agar BKKBN mampu membantu program pemerintah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dengan menekan angka prevelensi stunting (anak kerdil).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengisi pidato pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN untuk program Banggakencana 2020. Dia berpesan agar BKKBN mampu membantu program pemerintah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dengan menekan angka prevelensi stunting (anak kerdil).
"Ini bukan kerja mudah dan utuh kerja keras semua pihak termasuk BKKBN dengan segala dimensinya," kata Ma'ruf seperti dikutip lewat siaran pers Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (13/2).
Wapres Ma'ruf melanjutkan, penurunan angka stunting tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Tak tanggung, target hendak dicapai pemerintah adalah 14 persen pada akhir tahun 2024 dari 27 persen.
"Sosialisasikan ini ke masyarakat, berikan bimbingan dan pendampingan, kita harap BKKBN dapat mempercepat proses penurunan ini," lanjut Wapres Ma'ruf.
Sebelumnya, Wapres Ma'ruf telah menggelar rapat terkait bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dia mengamini target 14 persen adalah sesuatu yang emosional.
Namun Wapres Ma'ruf yakin cara kerja ditempuh pemerintah bersama kementerian / lembaga terkait bisa mencapai target tersebut.
"Jadi tidak sama-sama kerja tapi bekerja sama, ujungnya semuanya itu ada di desa. itu ada Kemenkeu, dan kita sepakat melakukan evaluasi hal yang memang belum tepat sasaran," Wapres Ma'ruf menandasi.
Reporter: Radityo (Liputan6.com)
(mdk/rnd)