Ma'ruf Amin Kritik Keuangan Syariah Belum Optimal Bantu Masyarakat Kelas Bawah
"Keuangan syariah dapat menjadi jangkar bagi lembaga keuangan mikro syariah sebagai lembaga yang melayani masyarakat paling bawah, sayangnya ini belum optimal," ujar Ma'ruf dalam Webinar Infobank disiarkan daring, Selasa (27/10).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meyakini, keuangan syariah di Indonesia memiliki ekosistem yang lengkap. Namun dalam implementasinya, peran lembaga keuangan syariah menurut Ma'ruf belum optimal.
"Keuangan syariah dapat menjadi jangkar bagi lembaga keuangan mikro syariah sebagai lembaga yang melayani masyarakat paling bawah, sayangnya ini belum optimal," ujar Ma'ruf dalam Webinar Infobank disiarkan daring, Selasa (27/10).
Ma'ruf menilai, peraturan perundang-undangan, regulator, hingga pelaku usaha dan masyarakat di Indonesia adalah komposisi sempurna dalam mendukung kemajuan keuangan syariah. Dia pun mendorong, kekuatan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai potensi ekonomi pasca pandemi.
"Kebijakan dan langkah diambil pemerintah dan para pelaku usaha di bidang keuangan syariah baik yang bersifat komersial maupun sosial berpotensi besar memberikan kontribusi dan peran dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," jelas dia.
Langkah nyata pemerintah terkait hal tersebut, lanjut Ma'ruf, adalah dengan penggabungan tiga bank syariah yang dimiliki oleh HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara), yaitu yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah dan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah.
"Dengan bergabungnya ketiga bank syariah tersebut yang akan beroperasi penuh pad 2021, maka bank syariah yang baru diharapkan akan mampu bersaing secara kompetitif di tingkat global,” tutup Ma'ruf.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)