Ma'ruf Amin diserang soal usia bisa picu politik adu domba
Maruf Amin diserang soal usia bisa picu politik adu domba. IKANU Al-Azhar meminta semua elite membantu mendinginkan suasana agar serangan personal dapat dihentikan.
Usai pendaftaran dua pasang bakal calon presiden dan cawapres, Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama Al-Azhar Mesir (IKANU) mengimbau masyarakat mengedepankan politik kasih sayang (rahmah). Sebagaimana diketahui kedua kubu mulai bertarung keras di dunia maya.
Sekjen IKANU, Anis Mashduq, mengamati, usai pendaftaran bakal capres-cawapres perilaku masyarakat Indonesia khususnya di dunia maya sangat memperihatinkan. Ia mencontohkan KH Ma'ruf Amin sudah mulai diserang personal seperti usia dan status keulamaannya. Hal ini akan sangat potensial memicu politik kebencian antar sesama anak bangsa dan adu domba.
"Harusnya masyarakat lebih mengedepankan dukungan dengan urun rembug gagasan besar pembangunan Indonesia, bukan malah menyerang personal," tuturnya, Senin (13/8).
IKANU Al-Azhar meminta semua elite membantu mendinginkan suasana agar serangan personal dapat dihentikan.
Kontestasi pilpres harusnya membuat masyarakat kita menjadi lebih maju, beradab dan bermartabat.
"Jangan sampai kontestasi pilpres justru merusak sendi-sendi kebangsaan dan akhlak masyarakat kita yang sebagian besar adalam muslim. Ini pertaruhan bangsa sejauh mana masyarakat dewasa menghadapi sebuah momentum politik," tambahnya.
Baca juga:
Seskab dan Mendes beberkan prestasi Jokowi ke jubir tim pemenangan
PKB: Ma'ruf Amin enggak perlu dipoles lagi, sudah seperti Mahathir
Cak Imin: Bagus kalau JK mau jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf
Jadi Jubir Jokowi, Farhat Abbas mengaku dipersiapkan untuk hadapi Fadli Zon
Kubu Jokowi bandingkan program keluarga harapan dengan BLT era SBY
Ini kata PDIP soal kemungkinan Ahok masuk tim pemenangan Jokowi