LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Marquis de Sade, novelis penikmat seks menyimpang

Novel dan buku yang ditulis Marquis de Sade bersumber dari pengalaman pribadinya, seperti The Crimes of Love (1800).

2012-10-21 08:47:00
novel erotis
Advertisement

Sejarah perilaku seks menyimpang jauh telah tercatat dalam kitab suci umat agama. Marquis de Sade (2 Juni 1740 - 2 Desember 1814) adalah salah seorang 'tokoh' yang terkenal dengan karya-karya erotisnya soal seks menyimpang.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah 'Les 120 Journees de Sodome' yang kemudian diterjemahkan menjadi The One Hundreds and Twenty Days of Sodom (1785).

Pria bernama lengkap Count Donatien Alphonse Francois de Sade adalah seorang keturunan bangsawan Prancis. Kisah hidupnya sangat gelap, dia beberapa kali menjalani hukuman atas perilaku seks menyimpangnya. Di dalam penjara, dia menulis novel-novel dan buku yang bersumber dari pengalaman pribadinya.

Beberapa yang dikenal adalah novel tentang gadis yang menyukai hubungan seks menyimpang, Justine (Les infortunes de la vertu/1791), Juliett (The Luxuries of vice/1792), Philosophy in the Boudoir (1795), dan The Crimes of Love (1800).

The One Hundreds and Twenty Days of Sodom (1785) adalah novel yang ditulis saat dia berada di penjara Bastille. Ketika itu, gulungan kertas yang dipakainya mencapai panjang 12 meter. Novel itu ditulisnya selama 37 hari. Dia memilih gulungan kertas sebagai media penulisan untuk menghindari hasil tulisannya disita oleh pihak penjara.

Ketika Bastille diserbu dan dijarah pada tanggal 14 Juli 1789 saat revolusi Prancis mencapai puncaknya, Sade yang telah dipindahkan ke penjara lain, meyakini karyanya itu telah hilang selamanya. Namun, ternyata, gulungan kertas itu ditemukan tersembunyi di selnya, setelah lolos dari perhatian para penjarah.

Tulisan itu kemudian pertama kali diterbitkan pada tahun 1904 oleh psikiater asal Berlin bernama Iwan Bloch yang menggunakan nama samaran Dr Eugen Dühren.

120 Days of Sodom berkisah mengenai empat karakter yang memiliki kelainan seks. Mereka adalah The Duc de Blangis, seorang aristokrat yang mendapatkan kekayaan dengan cara membunuh ibu kandungnya dengan cara meracunnya dan melakukan hal yang sama kepada adik perempuannya.

Kemudian ada tokoh yang bernama The Bishop, The Président de Curval dan Durcet.

Keempat tokoh ini diceritakan berbuat kekejian di dalam sebuah kastil dengan memperkosa anak-anak baik laki-laki dan perempuan dan kemudian membunuhnya.

Kisah Sade ini kemudian diadaptasi dalam sebuah film kontroversial 'Salo o le 120 Giornate di Sodoma' atau sering disebut Salo. Film yang dibuat tahun 1975 dan disutradarai oleh Pier Paolo Pasolini dilarang di berbagai negara. Bahkan sampai tahun 2000-an awal film ini masih menjadi perdebatan apakah boleh dirilis dalam bentuk DVD atau tidak.

Film ini tidak pernah lulus sensor karena penggambaran yang diberikan terlalu vulgar dan menjijikkan sama seperti novelnya yang bagi sebagian besar orang dinilai sebagai sampah yang hanya menampilkan kisah amoral yang dibumbui penyimpangan seks.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.