Marak penipuan travel umrah, Kemenag imbau warga tak mudah tergiur paket murah
Saat ini di Kota Solo masih banyak biro umrah yang belum mengantongi izin. Pihaknya meminta mereka segera melengkapinya.
Maraknya kasus penipuan dan penggelapan oleh biro umrah dan haji, membuat Kementerian Agama (Kemenag) prihatin. Mengantisipasi hal tersebut, warga diminta agar tak mudah tergiur dengan penawaran bertarif murah, apalagi di bawah standar.
"Kami terus melakukan sosialisasi melalui media, baik elektronik maupun media cetak. Kemarin kami juga melakukan sosialisasi melalui radio. Ke depan nanti kami akan sosialisasikan melalui media cetak juga," ujar Kasi perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kota Solo, Rosyid Ali Safitri, Kamis (29/3).
Menurut Rosyid, sosialisasi yang dilakukan fokus pada imbauan agar warga yang ingin menjalankan ibadah umrah agar lebih berhati-hati. Terutama jika ada biro perjalanan umrah yang menawarkan biaya yang lebih murah dibandingkan harga standar.
"Kalau ada yang menawarkan paket umrah yang harganya di bawah Rp 20 juta, mendingan tidak usah ikut. Standar biayanya itu di atas Rp 20 juta," jelas dia.
Tak hanya imbauan, Kemenag Kota Solo juga sudah mengumpulkan agen-agen perjalanan umrah di Kota Solo. Tujuannya adalah memberikan penjelasan terkait biro jasa umrah yang sesuai dengan aturan dari Kemenag Semarang.
"Setiap biro jasa yang beroperasi di Kota Solo harus mengantongi izin dari Kemenag. Jika belum, kami minta untuk melakukan pengurusan terlebih dahulu," katanya.
Ia menyebut jika saat ini di Kota Solo masih banyak biro umrah yang belum mengantongi izin. Pihaknya meminta mereka segera melengkapinya.
Baca juga:
Menag soal makian Arteria: Apakah pantas wakil rakyat pakai kosakata itu
PPP sebut jika Arteria minta maaf ke Kemenag mungkin bisa diselesaikan baik-baik
Polisi: Orang yang dititipi aset bos Abu Tours bisa jadi tersangka
Gara-gara kasus travel umrah, politisi PDIP maki Kementerian Agama di DPR
Polisi sebut ada 15 jemaah umrah yang tak diberangkatkan Ada Tour and Travel
First Travel masih utang ke vendor paket umrah senilai Rp 200 juta
Perketat biro perjalanan umrah dinilai bentuk perhatian pemerintah