Marak pencurian celana dalam wanita, untuk seks & ilmu hitam
Rasa malu dan ancaman hukum tak masalah buat mereka. Asalkan bisa melampiaskan nafsu setelah mendapatkan celana dalam.
Kasus pencurian celana dalam wanita semakin marak. Wanita mana yang tak kesal saat tahu pakaian dalam miliknya raib dari jemuran atau lemari. Buat kaum hawa, urusan pakaian dalam hilang bukan masalah sepele justru persoalan besar. AR (49), guru ngaji, ditangkap Polres Pamekasan karena diduga sering mencuri celana dalam milik tetangganya di Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Moh Nur Amin mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang resah dengan perbuatan AR tersebut. Kakek Sid (65), mungkin sedang mengalami masa puber untuk kedua kalinya. Dia tak malu mencuri celana dalam salah satu penduduk di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, kabupaten setempat. Warga Talang Jawa, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Dedi (37) ditangkap Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka karena mencuri celana dalam warga. Saat diamankan petugas, Dedi kedapatan membawa dua lembar celana. Andri Miela Wijaya (25), warga Jalan Wahidin Sudirohusodo 35 Gresik, harus berurusan dengan polisi karena ketahuan mencuri celana dalam milik Fitri (19). Dia beralasan, pencurian ini dilakukan hanya untuk pelampiasan nafsu. Joo Deny (36), warga Perum TPI Blok EE Surabaya juga punya kelakuan aneh hingga akhirnya dia berurusan dengan polisi. Joo Deny punya hobi mencuri celana dalam wanita. Tak cuma warga biasa, seorang polisi di Bogor Kota diduga juga memiliki kelainan seksual. Bukti dari kelainan yang dimilikinya, doyan mencuri celana dalam wanita.
Apalagi raibnya celana dalam wanita tersebut bukan sekadar ditiup angin. Melainkan dengan sadar dan sengaja dicuri seorang pria.
Rasa malu dan ancaman hukum tak masalah buat mereka. Asalkan bisa mendapat celana dalam inceran.
Pencuri celana dalam berdalih berbagai hal bila aksinya ketahuan. Pengakuan paling mencengangkan, mereka mencuri celana dalam untuk melampiaskan nafsu birahi di ubun-ubun. Tak cuma soal nafsu, ada juga yang beralasan mencuri celana karena bagian ritual untuk mendapatkan ilmu hitam.
Berikut kasus-kasus pencurian celana dalam wanita yang dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber:Guru ngaji di Pamekasan doyan celana dalam tetangga
"Ada dugaan kemungkinan si guru ngaji ini memiliki kelainan," kata Nur Amin.
Nur Amin mengatakan, AR juga sering mengulangi perbuatannya di kampung sebelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Selain celana dalam bekas, AR juga mengincar yang masih baru di sejumlah pasar dan toko swalayan di Pamekasan.
Menurut Nur Amin, saat menjalankan aksinya di Pasar Blumbungan itulah, tersangka AR akhirnya ditangkap pemilik toko, bahkan nyaris dihajar massa, tetapi dilerai oleh sang pemilik toko dengan meminta agar pelaku tidak dipukul.
"Si pemilik toko itu mengaku sudah 20 kali kehilangan celana dalamnya, dan saat diteliti, celana jualan miliknya itu hilang, saat di AR datang ke tokonya," terang Nur Amin.
Sebenarnya, kata Nur Amin, aksi pencurian celana dalam yang dilakukan tersangka AR itu tidak tergolong kasus tindak pidana kriminal berat. Hanya saja, menjadi kasus menarik, karena terkesan memiliki kelainan.
"Coba pikir, secara logika buat apa mencuri celana dalam? Wong dijual saja tidak mungkin laku. Tapi yang namanya pencurian yang pasalnya tetap pasal pencurian," kata Nur Amin.
Penangkapan guru ngaji asal Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, itu menarik perhatian warga, bahkan ada warga di Pasar Blumbungan itu yang menertawakan aksi sang guru ngaji itu.
"Celana dalamnya buat ongkos naik haji ya pak Kiai, ada yang bilang begitu," kata Nur Amin menirukan teriakan warga.Kakek curi celana dalam wanita untuk dipakai sendiri
Sial, aksinya tepergok warga. Dia digebuki. "Ketua Rukun Tetangga kami menghubungi pihak kepolisian yang langsung mengevakuasi tersangka ke Mapolres OKU. Daripada pelaku tewas dihajar massa, lebih baik kami serahkan saja pelaku ke Polisi" ujar Rosidi, penduduk setempat.
Warga yang curiga dengan gerak gerik pelaku sengaja membuntuti. Saat menangkap basah perbuatan pria uzur itu, warga mendapati dua celana dalam yang disembunyikannya di dalam tas milikinya.
"Kami warga di sini sudah sering kehilangan pakaian di jemuran, saat itu saya membuntuti pelaku karena curiga, saat tersangka beraksi langsung saya tangkap dan dibawa ke rumah ketua Rukun Tetangga (RT)," ujar Rosidi.
Kakek Sid mengaku pencurian celana dalam itu dia lakukan untuk dipakai sendiri, karena tidak punya.
"Baru kali ini pak saya mencuri," kata pelaku yang telah dua tahun ditinggal pergi oleh sang istri tersebut.
Kakek yang bekerja sebagai tukang bangunan ini juga mengatakan, kalau dirinya mencuri celana dalam sama sekali bukan untuk menambah kekuatan tenaga dalam seperti dituduhkan oleh warga.
"Saya ini murni mencuri untuk dipakai sendiri, tidak ada untuk ilmu atau kekuatan," katanya.Pria di Bangka curi celana dalam agar bisa hilang
Dedi berdalih, pencurian ini dia lakukan sebagai syarat mempelajari ilmu menghilang yang diajarkan gurunya.
"Saya melakukannya sebagai syarat mempelajari ilmu menghilang, di mana dengan ilmu tersebut saya dapat melakukan apa saja dan kapan saja tanpa diketahui oleh orang lain," katanya.
Guru spiritualnya meminta Dedi mencuri 20 celana dalam miliki laki-laki ataupun perempuan. Nahas, baru mendapatkan empat lembar aksinya sudah diketahui warga dan dia sempat dikeroyok.Pria di Gresik curi celana dalam untuk lampiaskan nafsu
Terungkapnya kasus ini bermula saat Fitri selalu kehilangan pakaian dalamnya saat menjemur pakaian di indekos. Celana dalam Fitri dipakai Andri saat orgasme untuk melampiaskan nafsunya.
Lucunya, pelaku tidak hanya mencuri pakaian dalam saja. Tapi juga mencuri pembalut wanita yang habis dipakai menstruasi.
"Setelah mengambil pakaian dalam saya buat onani," kata Andri.Joo Deny curi celana dalam buat koleksi
Bak koleksi, celana dalam hasil curian itu dia simpan dalam 28 kardus. Perbuatan memalukan ini dilakukan Joo sejak SMP.
"Cuma untuk koleksi saja, tidak saya pakai macam-macam," kata Joo berdalih.Polisi di Bogor diturunkan jabatan karena curi celana dalam
Dianggap membuat malu citra kepolisian, Aiptu DI, si pelaku, lantas mengikuti sidang kode etik dan kedisiplinan di muka publik.
Akibat perbuatannya, Aiptu DKI sampai dimutasi skala demosi (penurunan jabatan). DI juga disuruh meminta maaf kepada korban yang celana dalamnya telah dicuri pelaku.
Beredar kabar, DI melakukan tindak asusila tersebut lantaran sudah tiga bulan mengalami gangguan seksual.