Marak kasus penyiksaan siswa buntut kelakuan guru
Masih segar dalam ingatan saat seorang siswi di Sumatera Barat dihajar dan ditendangi teman-temannya.
Maraknya kasus penyiksaan siswa akhir-akhir ini mengundang prihatin berbagai kalangan. Hal ini kerap kali terulang dan memakan korban. Yang masih segar dalam ingatan saat seorang siswi di Sumatera Barat dihajar dan ditendangi teman-temannya tanpa kasihan.
Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyebutkan, ada ada tiga macam penyebab siswa bertindak brutal. Pertama kultur sekolah, keluarga dan lingkungan pergaulan.
"Penyebabnya macam-macam seperti kultur sekolah kita mengajarkan kekerasan," kata Darmaningtyas di Hotel Mega Matra, Matraman Jakarta, Sabtu (8/11).
Dia menjelaskan, di sekolah secara tidak langsung guru sering sekali mengajarkan kekerasan. Misalnya, dalam membentak siswa atau pun memarahi siswa.
"hey ngapain lu, hey bodoh," katanya sambil mencontohkan.
Hal itu termasuk pada kekerasan simbolik. Dengan mendapatkan perlakuan seperti itu, siswa menjadi tertekan dan emosi. Akibatnya jadi tumbuh jiwa-jiwa pemberontak.
"Banyak mendapat tekanan-tekanan begitu siswa itu emosi," ujarnya.
Baca juga:
Lagi pinjam spidol, siswa SMP babak belur dianiaya guru agama
Sekolah akui pelaku dalam video brutal SD Temanggung muridnya
Orangtua murid SD pukul teman anaknya hingga masuk rumah sakit
Dikeroyok teman-temannya, bocah SD di Temanggung trauma