Mantan wali kota: Jangan cuma wilayah di branding, budaya juga
Heri Zudianto khawatir gagasan dengan tagline Jogja yang baru nantinya tidak menyentuh masyarakat.
Heri Zudianto berharap penggarapan rebranding Jogja bisa mencerminkan jiwa keistimewaan Yogya. Pasalnya, mantan Wali Kota yang pernah sepuluh tahun memimpin Kota Yogya itu mengungkapkan kalau dirinya selama ini belum benar-benar merasakan kehadiran semangat keistimewaan paska dua tahun penetapan status keistimewaan.
"Saya sejauh ini belum merasakan jiwa dari keistimewaan Yogya. Kita masih sama-sama perlu memperjuangkannya bertahun-tahun ke depan," ungkapnya dalam diskusi di kantor BPD DIY, Minggu (02/11).
Heri juga menyampaikan kekhawatirannya terkait gagasan dengan tagline Jogja baru yang nantinya tidak menyentuh masyarakat.
"Jangan sampai hanya membranding wilayahnya saja, namun kehidupan, kebudayaan di dalamnya malah tidak," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh seniman Butet Kertarajasa, menurutnya, bagian terpenting dalam branding logo Jogja menjadi cerminan masyarakatnya. Jangan-jangan, lanjut Butet, branding tidak sesuai dengan masyarakat atau pun sebaliknya.
"Yang terpenting adalah membangun masyarakatnya, jangan sampai brandingnya oke, tapi lupa membangun masyarakatnya," tandasnya.
Dia pun menegaskan Yogya tidak membutuh branding. Karena menurutnya sejak dulu, Yogya didatangi banyak orang karena warganya yang ramah.
"Dulu orang datang karena memang Yogya itu nyaman, siapa saja mau datang. Sekarang kan sebaliknya, ada orang mau diskusi sudah diganggu celana congklang, jalan-jalan malam ada geng motor, ini yang harus diperhatikan," tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, perubahan terhadap logo Jogja menuai polemik dan menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan cibiran logo baru Jogja yang sepintas terbaca 'Togua' juga menjadi trending topic di twitter.(mdk/tyo)