Mandailing Natal banjir bandang, polisi selidiki dugaan illegal logging
Polisi menyelidiki bencana banjir, longsor dan air bah yang terjadi di Mandailing Natal (Madina) Sumut, Jumat (12/10) lalu. Tim dari Ditreskrimum Polda Sumut dikirim untuk menyelidiki kemungkinan illegal logging di sana.
Polisi menyelidiki bencana banjir, longsor dan air bah yang terjadi di Mandailing Natal (Madina) Sumut, Jumat (12/10) lalu. Tim dari Ditreskrimum Polda Sumut dikirim untuk menyelidiki kemungkinan illegal logging di sana.
"Saya sudah turunkan tim ke sana untuk melakukan penyelidikan apakah ada illegal logging atau tidak," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Serdang Bedagai, Selasa (16/10).
Namun sejauh ini, berdasarkan laporan Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, belum ditemukan aksi pembalakan liar di wilayah itu. Yang terjadi adalah longsoran kayu akibat hujan 4 hari berturut-turut dan tidak berhenti. "Ini pun kita melakukan pengecekan dari Polda dari Krimsur Polda, apakah ada pembalakan liar atau tidak," terang Agus.
Seperti diberitakan, banjir bandang melanda Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina, Sumut. Air bah yang membawa lumpur dan material lain, seperti kayu, menghantam sejumlah rumah warga dan Madrasah MTDA Al Hilaliyah Muara Seladi yang ada di tepi Sungai Aek Saladi. Saat kejadian 29 siswa sedang belajar di madrasah itu. Dua belas orang di antaranya meninggal dunia.
Selain air bah di Desa Muara Seladi, banjir juga terjadi di wilayah lain di Madina. Berdasarkan data dari BPBD Sumut, terdapat lima korban tewas akibat kejadian itu. Tiga di antaranya pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan seorang polisi dan pegawai bank di dalam mobil yang terjun ke Sungai Batang Gadis.
Baca juga:
Sebagian pengungsi banjir bandang Mandailing Natal sudah kembali ke rumah
12 Santri madrasah meninggal dalam banjir bandang di Mandailing Natal
Banjir bandang dan tanah longsor di Mandailing Natal, 17 orang tewas
Banjir bandang di Mandailing Natal, 17 korban meninggal dunia
22 Orang meninggal dan 15 hilang akibat bencana alam di Sumut serta Sumbar
Banjir bandang di Madina, 8 siswa madrasah meninggal, 21 belum ditemukan
Banjir bandang di Sumbar, 3 warga Tanah Datar tewas dan 1 hilang