Malam Nuzulul Quran, Jokowi dan peserta MTQ arak-arakan di Istana
Peringatan Nuzulul Quran 1438 H (2017) di Istana Kepresidenan, Jakarta tahun ini digelar lebih meriah dan berbeda dari peringatan tahun sebelumnya. Peringatan Nuzulul Quran diisi dengan lomba Tilawatil Quran (MTQ) yang diikuti oleh anak yatim piatu dari Panti Asuhan di Jabodetabek.
Peringatan Nuzulul Quran 1438 H (2017) di Istana Kepresidenan, Jakarta tahun ini digelar lebih meriah dan berbeda dari peringatan tahun sebelumnya. Peringatan Nuzulul Quran diisi dengan lomba Tilawatil Quran (MTQ) yang diikuti oleh anak yatim piatu dari Panti Asuhan di Jabodetabek, kedatangan para qori dan qoriah tingkat nasional serta internasional dan para tokoh ulama sampai buka puasa bersama.
Selepas salat Magrib berjemaah, Presiden bersama Qori dan Qoriah, Tokoh Ulama, peseta lomba MTQ serta undangan lainnya melakukan santap malam bersama.
Setelah itu, Presiden bersama Qori dan Qoriah tingkat internasional, anak-anak yatim piatu serta perwakilan Pondok Pesantren dan pengurus Masjid melakukan prosesi arak-arakan menuju Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan untuk menunaikan ibadah salat Isya dan Tarawih.
Saat arak-arakan yang dimulai dari Istana Negara tersebut, jalan yang dilewati dihiasi dengan obor yang ditaruh berjejer. Lantas, Istana Kepresidenan dihiasi cahaya dari api obor.
Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, anak yatim piatu dan undangan lainnya melewati obor tersebut berjalan kaki menuju Masjid Baitturahim yang terletak di sebelah timur Istana Merdeka atau berada di Kompleks Istana Kepresidenan.
Usai melaksanakan salat tarawih, puncak peringatan Nuzulul Quran 1438 H digelar di Istana Negara pada pukul 20.00 WIB. Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah pejabat negara dan duta besar negara sahabat terlihat hadir.(mdk/bal)