LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Malam ini jemaah Naqsabandiyah gelar salat tarawih

"Dengan kepastian salat hari ini, besok kami akan menjalankan ibadah puasa pertama," tutur Syafri.

2016-06-03 14:30:01
tempat ibadah
Advertisement

Sebanyak 50 masjid dan mushalla tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan mulai menggelar salat tarwih malam ini dan keesok harinya jemaah tersebut akan mulai melakukan ibadah puasa.

"Kami memastikan salat tarwih malam ini sebagai awal datangnya satu Ramadan," ujar Pimpinan Naqsabandiyah Sumbar, Syafri Malin Mudo, di Padang, Jumat (36/).

Beberapa di antaranya mushalla Baitul Makmur di Pasar Ambacang, di Binuang dan ada di Kuranji.

Advertisement

"Pusatnya di Baitul Makmur Pasar Baru, kemungkinan jamaah akan memenuhi malam ini," ucap Syafri.

Salat tarwih ini akan diikuti oleh ratusan jamaah tersebar di kota Padang dan sebagian dari Pekanbaru, Solok, dan daerah lainnya, yang sengaja datang setiap bulan Ramadan.

Lebih jauh Syafri mengatakan dalam salat tarwih, tarekat Naqsabandiyah menggunakan 23 rakaat dengan 12 salam, yang dilanjutkan zikir dan berdoa lainnya.

Advertisement

"Dengan kepastian salat hari ini, besok kami akan menjalankan ibadah puasa pertama," tutur Syafri.

Lanjut Syafri, ibadah puasa di Naqsabandiyah selama 30 hari, dengan 6 tambahan puasa syawal.

Menurut perhitungannya jika dijalankan sebanyak 36 kali puasa itu telah dikatakan puasa satu tahun. Sementara perhitungan awal Ramadan, dia mengaku berdasarkan perhitungan hisab dan malam.

"Kami menghitung malamnya bukan harinya, sehingga malam ini tepat satu Ramadan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Salah satu jemaah Naqsabandiyah, Ujang Komar mengaku akan melaksanakan salat tarwih pertama di musalla Baitul Makmur.

Selain itu, Ujang dan keluarganya akan memulai puasa keesokan harinya. "Sungguh senang bertemu kembali dengan Ramadan," ucap Ujang.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kota Padang, Japeri Jarap, mengatakan pihaknya menghormati adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadan tersebut.

"Naqsabandiyah memiliki perhitungan tersendiri, dan kita harus menghormatinya," tutup Japeri.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.