Makan rawon di hajatan sunatan, puluhan warga Malang keracunan
Sekitar 17 korban masih dirawat di dua puskesmas yakni Puskesmas Ngantang dan Klinik BP Kusuma Husada.
Puluhan warga Ngantang, Kabupaten Malang mengalami keracunan setelah menikmati hidangan acara resepsi sunatan. Korban mengalami mual-mual dan pusing setelah menikmati masakan rawon yang dihidangkan.
Sekitar 17 korban masih dirawat di dua puskesmas yakni Puskesmas Ngantang dan Klinik BP Kusuma Husada, Kecamatan Ngantang. Korban mulai berjatuhan sejak Minggu, 5 April 2015 kemarin.
"Yang makan rawon saja yang keracunan, yang makan nasi goreng tidak. Sini (puskesmas) kemarin full, karena itu saya ke dokter umum. Terus datang ke sini lagi karena masih pusing," kata Sri Irianti, salah satu korban saat ditemui di Klinik BP Kusuma Husada, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (8/4).
Sri Irianti dengan diantarkan suaminya mengaku masih merasakan pusing, karena itu bermaksud berkonsultasi.
Pesta berlangsung di rumah pasangan Yadi (52) dan Asih Isminarti (40) warga dusun Gading RT 18/ RW 03 Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
"Semua tetangga mengalami pokoknya yang makan rawon. Rasanya pusing di kepala sini. Kemarin dikasih obat saja, mungkin karena belum diinfus saja," tegasnya.
Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku mengungkapkan, kronologi kejadian berawal dari acara khitanan Minggu, 5 April 2015. Polres mendapat kabar kalau kalau beberapa warga mengalami pusing dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Ini kan musibah. Korban semua kan tetangga dimediasi oleh Pak Camat. Tidak ada penuntutan dari warga, sehingga pembiayaan dilakukan secara pribadi melalui biayai oleh BPJS," katanya.
Karena sudah dilakukan mediasi, polisi menganggap masalah telah selesai, namun polisi akan tetap meminta keterangan para juru masaknya yakni Ibu Ratimah (60) dan Mayar (55). Selain itu, karena tuan rumah anggota TNI sehingga proses dilakukan koordinasi dengan Danramil.(mdk/hhw)