Maju di Pemilihan Ketum AAI, Jamin Ginting Bawa Visi Integritas dan Profesionalitas Advokat
Jamin Ginting, seorang advokat senior, telah diumumkan secara resmi sebagai calon Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI).
Menjelang pemilihan Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), nama advokat senior Jamin Ginting mencuat setelah resmi dideklarasikan sebagai calon dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (10/10).
Acara deklarasi ini dihadiri oleh banyak pengurus dan anggota AAI, termasuk perwakilan dari AAI Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang memberikan dukungan penuh terhadap pencalonannya.
Dalam pidato yang disampaikan, Jamin Ginting menekankan komitmennya untuk menjadikan AAI sebagai organisasi profesi yang memiliki integritas, wibawa, dan berfokus pada nilai moral serta profesionalisme hukum. "Advokat harus berintegritas, jangan lain di bibir lain di hati. Ini profesi mulia, jangan ada yang mempermalukan dengan asosiasinya sendiri," ungkap Jamin Ginting dalam keterangan tertulisnya pada hari yang sama.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga martabat profesi dan tidak mencemari nama baik organisasi.
"Jangan sampai muncul berita advokat AAI naik meja hakim. Kita ini profesi mulia, maka jadilah advokat yang mulia," tegas Jamin.
Selain itu, ia menyoroti visi untuk meningkatkan kompetensi dan keberadaan advokat AAI melalui pendidikan yang lebih baik, forum diskusi, serta eksplorasi potensi anggota di seluruh daerah.
“Potensi yang dimiliki jangan ditanam atau dikubur. Keluarkan dan berikan untuk organisasi agar bisa berkembang,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Jamin Ginting juga menyampaikan visi dan misi yang diusung. Visi yang diusungnya adalah 'Merajut kemesraan AAI, Memperkuat Peran Advokat dalam Pranata Hukum Indonesia'. "Misinya, pertama, menciptakan advokat yang berintegritas dan mulia.
Kedua, mengoptimalkan eksistensi dan potensi terbaik AAI. Ketiga, berperan aktif dalam pembentukan hukum nasional serta penegakan hukum yang bermartabat," ujarnya.
Dukungan untuk pencalonan Jamin Ginting juga datang dari berbagai kalangan advokat.
Ketua Tim Pemenangan, Andreas Nahot Silitonga, menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi memastikan kemenangan Jamin pada Munas yang akan datang.
"Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prof. Jamin Ginting, saya akan berusaha semaksimal mungkin, karena tidak diragukan lagi bahwa Prof. Jamin memiliki reputasi yang solid di dunia hukum Indonesia. Saya akan all out untuk kemenangan beliau," ujarnya.
"Kedepan, kami akan melakukan roadshow ke sejumlah DPC di seluruh Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan dan mendukung Prof. Jamin Ginting sebagai Ketua DPP AAI untuk periode 2025-2030," dia menambahkan.
Selain menekankan pentingnya profesionalisme di kalangan advokat, Jamin juga mengangkat peran AAI dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma (pro bono) melalui LBH atau Pusat Bantuan Hukum (PBH) yang telah didirikan di berbagai daerah.
Munas AAI dijadwalkan pada 31 Oktober 2025 di Hotel Sultan, Jakarta, dan akan dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AAI dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam forum tersebut, setiap anggota akan memberikan suara untuk menentukan arah dan kepemimpinan baru bagi organisasi advokat tertua di tanah air ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4888258/original/056970300_1720606737-Infografis_SQ_5_Alasan_Kemenkes_Datangkan_Dokter_Asing_dan_Payung_Hukumnya.jpg)