LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Majelis Desa Adat Bali Berencana Gelar Nyipeng Tekan Penyebaran Corona

Nyipeng atau Nyepi Desa Adat direncanakan digelar secara serentak di Pulau Dewata selama tiga hari dari tanggal 18 hingga 20 April 2020 mendatang. Selama kegiatan Nyipeng, warga tidak diperkenankan keluar rumah kecuali memiliki kebutuhan yang sangat mendesak.

2020-04-07 21:03:00
Bali
Advertisement

Tokoh desa adat di Bali melakukan berbagai cara menekan peredaran Covid-19. Salah satu cara yang akan dilakukan yakni menggelar Nyipeng atau Nyepi Desa Adat secara serentak di Pulau Dewata.

Nyipeng direncanakan selama tiga hari dari tanggal 18 hingga 20 April 2020 mendatang. Selama kegiatan Nyipeng, warga tidak diperkenankan keluar rumah kecuali memiliki kebutuhan yang sangat mendesak.

"Kalau Hari Raya Nyepi kan ketat. Ini (Nyipeng) cuma satu saja tidak boleh keluar rumah saja. Kecuali kalau ada hal-hal yang sangat penting itu boleh dan dapat dispensasi," kata Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Plingsir Agung Putra Suhaket, saat dihubungi, Selasa (7/4).

Advertisement

Selain itu, selama kondisi Nyipeng aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta hingga toko modern dan pasar tradisional akan ditutup. Namun, untuk obyek vital seperti rumah sakit, kantor polisi, bandara dan lain-lain akan tetap buka.

"Jadi (masyarakat) hanya saja tidak keluar rumah saja. Tetapi itu belum final besok kita rapat di Denpasar dan difinalkan setelah itu baru ada siaran resmi. Apakah akan dilaksanakan, kemudian kalau dilaksanakan detailnya kayak apa begitu," imbuhnya.

Ia juga menerangkan, untuk di Bali selain Hari Raya Nyepi, juga ada beberapa jenis tradisi Nyepi di Bali. Seperti Nyepi Desa Adat, Nyepi Carik, Nyepi Segara. Namun, itu hanya dilakukan di desa adat masing-masing dan saat ini Nyipeng akan dilakukan secara serentak sebagai upaya memerangi penyebaran virus corona di Bali.

Advertisement

"Ini karena kebetulan memberantas corona kita serentak saja. Kita ini kan untuk membantu pemerintah memerangi virus corona agar segera berakhir di Bali. Lalu, kita canangkan supaya paling tidak tiga hari masyarakat bisa patuh bisa tinggal di rumah," jelas Suhaket.

"Karena kalau di Bali, (jika) Desa Adat yang bergerak semua masyarakat adat bisa patuh mereka tidak keluar rumah sembarangan. Itu kita canangkan," ujar Suhaket.

Bila rapat dan pembahasan detail telah rampung, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah kepolisian dan pihak terkait untuk mempersiapkan pelaksanaan Nyepi Desa Adat terutama berkaitan dengan kebutuhan logistik.

Desa adat, katanya, bisa menggunakan dana desa untuk membantu kebutuhan logistik warga miskin selama tiga hari.

"Untuk itu, besok didetailkan, apakah desa adat siap. Makanya diambil tiga hari semoga masyarakat mampu. Satu dua yang tidak mampukan ada posko gotong rotong (di desa adat), bisa saling membantu, ada dana desa, desa adat dan desa dinas ada," ujar Suhaket.

Baca juga:
Imbau Warga Pakai Masker, Ini Yang Dilakukan Satgas Covid 19 Banyuwangi
Pemasangan Bilik Disinfektan di Halte Transjakarta
Pasien di Pamekasan Kabur dari Ruang Isolasi, Ini 3 Fakta Terbarunya
Cegah Corona, Ratusan Jamu Dibagi-bagi ke Warga Purbalingga setiap Hari
Polemik Mudik Lebaran Saat Wabah Corona, Ini Kata Pakar Transportasi UGM
Kemnaker Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan APD Buatan BLK Se-Indonesia

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.