Main bola di lapangan saat hujan, bocah SD tewas tersambar petir
Main bola di lapangan saat hujan, bocah SD tewas tersambar petir. Yusuf menerangkan, dari keterangan teman-temannya, seketika suara petir, tiba-tiba Wahyudi terlihat tergeletak di tengah lapangan. Teman-teman sepermainan Wahyudi pun panik.
Wahyudi, bocah SD usia 13 tahun di Muara Badak, Kutai Kartanegara, tewas disambar petir saat bermain bola di tengah lapangan, di Jalan Dermaga Baru, Desa Muara Badak Ilir, siang tadi. Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.10 WITA.
Wahyudi bersama teman-temannya, sedang asik bermain bola, di tengah guyuran hujan deras. "Benar. Jadi, cuaca dalam keadaan hujan. Kemudian terdengar suara petir," kata Kapolsek Muara Badak Iptu Yusuf, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (21/7) malam.
Yusuf menerangkan, dari keterangan teman-temannya, seketika suara petir, tiba-tiba Wahyudi terlihat tergeletak di tengah lapangan. Teman-teman sepermainan Wahyudi pun panik.
"Saksi-saksi dan warga sekitar kemudian membawa korban ke klinik. Tetapi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Yusuf.
Kontan, pihak keluarga Wahyudi terkejut dengan peristiwa itu. Pun dengan warga sekitar, ikut menaruh keprihatinan mendalam.
Dua teman sepermainan Wahyudi, sudah dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Jenazah Wahyudi pun diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Baca juga:
Tidur di tenda bawah pohon, Zuhri tewas diduga usai tersambar petir
Petir sambar pohon di pasar, 9 pengunjung dilarikan ke rumah sakit
Berteduh, dua saudara kembar tewas disambar petir
Ini 4 sambaran petir paling parah di dunia, korbannya ratusan
2 Petani di Rokan Hilir tewas tersambar petir saat berteduh di pohon sawit
Pekerja proyek di Universitas Indonesia tewas tersambar petir