Mahfud MD Sebut Pemilu Sebabkan Harmoni Persatuan Masyarakat Terganggu
Mahfud menilai, Pemilu hanyalah jalan untuk membangun kemajuan lebih lanjut. Sehingga tidak perlu ada pertengkaran.
Pemilu 2019 yang sedang berlangsung di Indonesia dinilai bisa menyebabkan terganggunya harmoni persatuan di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa menjadi problem dalam implementasi Pancasila.
"Kita itu harus menyikapinya, karena kita harus hidup dalam harmoni," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dalam Dialog Kebangsaan Seri VI bertema Merawat Harmoni dan Persatuan, di Hall Stasiun Solo Balapan, Rabu (20/2).
Mahfud menilai, Pemilu hanyalah jalan untuk membangun kemajuan lebih lanjut. Sehingga tidak perlu ada pertengkaran.
"Makanya di sini kita bicara soal harmoni. Kota Solo tempat yang tepat untuk acara ini, karena Solo adalah kota yang halus sebagaimana di Jogja," kata Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini.
Menurut Mahfud, harmoni bisa disetel melalui rasa kemanusiaan, yang salah satunya dari Kota Solo. Lebih lanjut dia berharap melalui harmoni diharapkan masyarakat bisa hidup berkesatuan, bernegara, serta berideologi Pancasila sehingga semakin kokoh menuju masyarakat adil dan makmur.
Selain Mahfud MD, dialog kebangsaan juga dihadiri tokoh agama seperti Romo Kardinal Julius Darmaatmadja, M Tafsir dari PW Muhammadiyah Jawa Tengah, dan KH Dian Nafi', Alissa Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
"Saya mendukung gerakan yang dipelopori Pak Mahfud MD. Karena kita perlu mengawal Indonesia bersama dan membangkitkan rasa cinta tanah air seperti Pattimura yang berjuang karena kewajiban dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri," imbuh Romo Darmaatmadja.
Pembicara lainnya, Muhammad Tafsir menyampaikan, negara Pancasila sudah pas untuk Indonesia. Dan Muhammadiyah meyakini bahwa konsep negara Indonesia adalah Darul 'Ahdi wa Syahadah.
Sedangkan KH Dian Nafi' menyebutkan jika ingin menegakkan harmoni di Indonesia harus bisa melancarkan arus. Yakni arus manusia, arus barang untuk pemenuhan kebutuhan pokok, arus uang, serta arus informasi.
Sementara itu, Alissa Wahid yang juga puteri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mengatakan yang dibutuhkan Indonesia adalah pemimpin yang meninggalkan permusuhan dan kebencian.
"Ada cameo debat kemarin bukan debat capres tapi hanya pemancing debat pendukung capres. Debat sudah selesai tapi pendukung masih debat dan melebar kemana-mana," keluh Alissa.
Dialog kebangsaan di Stasiun Solo Balapan merupakan kelanjutan dari acara serupa yang sudah digelar di beberapa daerah. Sebelum ke Solo, acara digelar di Yogyakarta dan dilanjutkan ke Jombang dan berakhir di Banyuwangi.
Baca juga:
Mahfud Md: Banyak Warga Percaya Hoaks Ahok Naik Wapres Gantikan Ma'ruf Amin
Mahfud MD 'Miris', Isu Ma'ruf Amin Diganti Ahok Digoreng Buat Dulang Suara
Mahfud MD: Indonesia Mampu Berjaya Tahun 2045
Mahfud MD: Islam Tidak Kenal Sistem Khilafah
Mahfud MD Harap Momentum Pemilu Tak Dijadikan Alat Pemecah Belah Bangsa
Dialog Jelajah Kebangsaan Sambangi Stasiun Tugu Yogyakarta
Mahfud MD Tuding Ada Produsen Hoaks yang Ingin Buat Pemilu 2019 Tidak Kredibel