Mahfud MD Sebut Definisi Radikalisme Mengacu pada UU Terorisme
Ia menyebutkan, radikalisme yang berkaitan dengan terorisme atau radikalisme buruk adalah sikap kekerasan yang ingin mengubah sistem pemerintahan.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM atau Menko Polhukam, Mahfud MD menyinggung mengenai definisi radikalisme. Menurut dia, selama ini ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa radikal itu berpikir hingga ke akar.
"Saya tahu radikalisme itu artinya bisa baik bisa jelek. Radikalisme yang baik itu adalah suatu tindakan berpikir secara substantif mendasar untuk menyelesaikan persoalan," kata dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jum'at (10/1).
Menurut Mahfud bukan seperti itu maksud dari radikalisme yang berhubungan dengan terorisme. Ia menyebutkan, radikalisme yang berkaitan dengan terorisme atau radikalisme buruk adalah sikap kekerasan yang ingin mengubah sistem pemerintahan.
"Adalah suatu tindakan untuk mengubah sistem yang disepakati dengan cara kekerasan dan melawan hukum. Nah itu radikalisme juga," terang dia.
Mahfud MD menerangkan, definisi radikalisme tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.
"Di situ disebutkan, bahwa radikalisme itu tindakan melawan hukum untuk mengubah sistem. Bukan secara gradual melainkan secara radikal, dengan cara kekerasan," jelas dia.
Sementara itu dia menekankan bahwa di luar itu bukan disebut sebagai radikalisme yang berhubungan dengan tindakan terorisme.
"Nah itu artinya kalau di luar itu ya bukan teroris namanya, bukan radikal," pungkasnya.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com
(mdk/fik)