Mahfud Md Sarankan Pemerintah Lakukan Pendekatan Persuasif Tangani Kasus Papua
Mahfud menilai agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, pendekatan represif haruslah dijauhkan dari Papua. Pendekatan represif dinilai akan memicu konflik berkepanjangan.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud Md, menyarankan perlu adanya pendekatan persuasif untuk menangani konflik di Papua. Mantan Ketua MK ini berharap pendekatan inilah yang dipilih pemerintahan Jokowi.
Selain itu, katanya, agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, pendekatan represif haruslah dijauhkan. Pendekatan represif dinilai akan memicu konflik berkepanjangan.
"Pancagatranya sosbud, dan trigatranya yaitu tempat, rakyatnya dan posisi geografisnya, kan gitu. Oleh sebab itu yang saya sarankan kepada (konflik) Papua adalah harus dengan persuasif. Tidak usah represif," ujar Mahfud di UGM, Rabu (28/8).
Mahfud menyarankan pemerintah maupun aparat keamanan harus berhati-hati dalam menangani konflik di Papua. Mahfud menasihati agar pemerintah dan aparat keamanan tak terpancing untuk mengeluarkan kata-kata bernada rasisme.
"Jangan sampai terpancing menimbulkan kemarahan baru kepada saudara-saudara kita di Papua. Terutama pernyataan-pernyataan yang sifatnya rasis, supaya dihindari betul. Gitu saja," tegas Mahfud.
Baca juga:
Unjuk Rasa di Papua Ricuh, 1 Anggota TNI Tewas dan 3 Polisi Luka
Satu Napi Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran Lapas Sorong Papua Barat
Lukas Enembe Temui Gubernur Jatim & Mahasiswa Papua Setelah Izin Presiden
Panglima TNI-Kapolri Laporkan Hasil Pertemuan dengan Tokoh Adat di Papua ke Jokowi
KPK Periksa Mantan Kepala Dinas PU Papua Terkait Suap Proyek Jalan
Kapolri Tegaskan Pengiriman Pasukan ke Nduga karena Kasus Pembunuhan 34 Karyawan
Reaksi Gubernur Lukas Enembe Ditolak Masuk Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya