LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mahfud MD: Dakwah santri dulu sampai sekarang mengindonesiakan Islam

"Kalau Islam sudah menjadi bagian dari keindonesiaan, maka tidak perlu lagi ada upaya mengislamkan Indonesia lewat jalur hukum publik," jelasnya.

2016-10-24 01:00:00
Hari Santri Nasional
Advertisement

Guru Besar Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mahfud MD berpendapat bahwa peran santri sangat besar dalam mengindonesiakan Islam sejak dulu hingga sekarang. Hal itu disampaikan Mahfud saat berbicara dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia, Sabtu (22/10).

"Metode (manhaj) dakwah para santri sejak dulu sampai sekarang adalah mengindonesiakan Islam," ujarnya seperti dilansir Antara.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskan, Islam menjadi nilai agung yang masuk dalam keseharian masyarakat Indonesia yang ramah, toleran, dan majemuk.

"Kalau Islam sudah menjadi bagian dari keindonesiaan, maka tidak perlu lagi ada upaya mengislamkan Indonesia lewat jalur hukum publik," jelasnya.

Dengan mengutip dalil-dalil keagamaan, sejarah bangsa, dan kaitannya dengan hidup berbangsa dan bernegara, dia menegaskan bahwa dalam pandangan para kiai, pancasila tidak bertentangan dengan Islam.

"Upaya membenturkan keduanya, seperti yang belakangan ini sering disuarakan pihak-pihak tertentu, akan mengalami kegagalan. Selama dua sayap moderat penjaga bangsa, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, kompak mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka demokrasi di Tanah Air akan terjaga dengan baik," jelasnya.

Mahfud berbicara di depan ratusan masyarakat Indonesia dalam acara bertemakan 'Kontribusi Santri dan Mahasiswa di Luar Negeri untuk membangun Indonesia yang Adil dan Beradab'. Dia mengingatkan kembali bahwa umat Islam telah terikat pada perjanjian luhur (mitsaqan ghalidza) untuk mendirikan negara kebangsaan, bukan negara Islam.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Dewi Savitri Wahab mengapresiasi acara yang digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru tersebut.

"Terima kasih atas inisiasi Nahdlatul Ulama yang telah menyelenggarakan acara ini, mengingat sejarah bangsa kita bahwa ulama dan santri telah berperan dalam mewujudkan dan mengawal kemerdekaan Indonesia. Terlebih di Melbourne ada gerakan separatis Papua Merdeka, maka dengan momentum HSN ini, mari seluruh masyarakat Indonesia di Melbourne menjaga semangat nasionalisme," ujarnya.

Baca juga:
Hari Santri, RMI Putri Kediri gelar nikah dan sunatan massal gratis
Asyiknya Talaman, tradisi makan bareng ala pesantren
Kekhusyukan ribuan santri di Kediri baca 1 miliar Shalawat Nariyah
Pelajar sampai PNS Purwakarta wajib pakai sarung dan peci tiap Jumat
Hari Santri jadi semangat baru
Mengenang perjuangan para santri berjihad melawan tentara Jepang

(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.