LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mahfud MD Bertemu Try Sutrisno Bahas Masalah Papua

Mahfud menilai, menyelesaikan masalah di Papua harus bijak. "Karena memang di Papua itu ada benih-benih separatis yang ditinggal penjajah Belanda dulu, yang selalu berusaha menggerogoti kesetiaan nasional saudara-saudara kita di Papua," kata Mahfud.

2019-10-03 20:05:00
Papua
Advertisement

Gerakan Suluh Kebangsaan dipimpin Mahfud MD bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Indonesia ke-6 Try Sutrisno di Wisma Kementerian Pertahanan. Masalah Papua menjadi salah satu yang dibahas pada pertemuan tersebut.

"Sore ini giliran ketemu tokoh bangsa mantan Wakil Presiden RI Bapak Try Sutrisno. Kita mendengarkan pandangan-pandangan, tadi terfokus bicarakan masalah Papua, konflik di Papua," ucap Mahfud di Jakarta, Kamis (3/10).

Dia menuturkan, ada beberapa catatan yang dihasilkan dalam pertemuan itu. Sebagai bangsa Indonesia, kata dia, harus bangga hidup di sini, di mana penduduknya beragam dan beradab.

Advertisement

"Terkait dengan Papua, apapun yang dilakukan dari seluruh perjuangan kita, maka perjuangan itu jangan sampai lepas dari nilai ideologi negara, jangan sampai lepas dari nilai perekat bangsa yaitu Pancasila. Itu paling fundamental," jelas Mahfud.

Menurut dia, menyelesaikan masalah di Papua harus bijak. "Karena memang di Papua itu ada benih-benih separatis yang ditinggal penjajah Belanda dulu, yang selalu berusaha menggerogoti kesetiaan nasional saudara-saudara kita di Papua," kata Mahfud.

Advertisement

Meskipun demikian, masih kata dia, secara umum masyarakat Papua masih setia dengan NKRI. Sehingga, yang ada hanya separatis.

Mahfud MD tak menampik, bahwa dewasa ini masalah sudah mengarah ke konflik horizontal.

"Tetapi harus diingat bahwa menyelesaikan masalah di Papua itu harus dalam koridor. Harus menyeimbangkan tujuan, kesejahteraan dan keamanan, keduanya harus dikaitkan dalam keseimbangan, jangan sampe pecah, dan terus menyelesaikan masalah di dalam tantangan yang hidup dalam negara demokrasi," ungkap Mahfud.

Dia mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, bahwa tantangan sekarang bagaimana melindungi hak asasi manusia dan menjaga keamanan.

"Sehingga, pendekatan diperlukan di dalam membangun Papua sekarang dalam jangka waktu dekat ini, menyelesaikan konflik horizontal bahwa orang Papua dan orang non Papua yang ada di Papua itu adalah saudara sebangsa dan setanah air.Lalu, nanti ada pendekatan kultural, pendekatan-pendekatannya banyak," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Cerita Mengerikan Perantau Saat Kerusuhan di Wamena, Rumah, Kios & Motor Dibakar
Selesaikan Konflik Papua, Pemerintah Diminta Kedepankan Dialog
Puluhan Warga Jabar Minta Dipulangkan dari Wamena
VIDEO: Cerita Bidan Frisca Bertahan saat Tragedi Wamena
Asal Bisa Keluar Wamena, 4 Warga Aceh 'Nyelip' di Hercules Hingga Sampai Malang
Diangkut Hercules TNI AU, 256 Pengungsi dari Wamena Tiba di Makassar Hari Ini
Anak dan Suami Terjebak di Wamena, Warga Purwakarta Harapkan Bantuan Pemda

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.