Mahfud MD: Ada Mengatakan Lockdown, Dicoba Transportasi Dibatasi Ribut Bukan Main
Mahfud MD meminta agar semua pihak bisa bersabar dan menahan diri.
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, dalam pengaturan jaga jarak terkait mencegah penyebaran wabah virus Covid-19, TNI dan Polri sudah diminta melakukan pembubaran. Meski demikian, dia menyadari masih saja ada pihak yang mengkritik hal tersebut.
"Itu yang kemarin dilakukan (pelibatan TNI/Polri). Memang pilihan apapun pasti ada yang kritik," kata Mahfud melalui sambungan video teleconference, Senin (23/3).
Dia menuturkan, ada yang meminta untuk lockdown. Namun, ada juga yang meributkannya.
"Ada yang mengatakan lockdown, begitu dicoba lockdown terbatas dalam transportasi misalnya, udah ributnya bukan main. Ketika ada misalnya perintah mengurangi kerja di kantor, itu kan juga sudah banyak orang mengeluh juga," ungkap Mahfud.
Karena itu, dia meminta agar semua pihak bisa bersabar dan menahan diri.
"Yang penting kekompakan antara pemerintah dan rakyat harus saling menjaga," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Baca juga:
Bantu Tenaga Medis, Pengusaha Galang Dana Beli Alat Pelindung Diri
Kurangi Operasional Kantor Layanan, Bank DKI Imbau Nasabah Transaksi Non Tunai
Jalan Margonda Depok Disemprot Disinfektan
WHO Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing
Aktivitas di Luar Rumah Berkurang, Pengguna Tol Dalam Kota Turun 56 persen
356 Kasus Positif Corona di Jakarta, Ini Peta Persebarannya