LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mahasiswi psikologi jadi pacar sewaan buat semangati para jomblo

Aturan yang berlaku pacar sewaan tidak boleh di-booking, cuma sebatas bergandengan tangan.

2015-05-18 20:08:53
Jomblo
Advertisement

Meski rentan kasus pelecehan seksual, EN, salah satu mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya Timur, cukup berani memutuskan terjun di bisnis pacar sewaan yang tergolong baru di Indonesia.

EN, mahasiswi asal Surabaya ini, kali pertama membuka bisnis jasa pacar sewaan setahun lalu. Saat itu, mantan kakak kelasnya, BD, warga Petemon Barat mengajaknya untuk mencari uang tambahan saat kuliah.

EN dan BD pun memutar otak, untuk mencari peluang bisnis yang cocok, asal tidak menjurus pada hal-hal negatif atau melanggar hukum. Akhirnya, keduanya pun sepakat memulai bisnis pacar sewaan.

"Tapi kemudian bisnis itu saya kelola sendirian. Karena kakak kelas saya itu, dapat kerja lain. Tapi kami tetap berkomunikasi, kalau ada persoalan menyangkut bisnis saya itu," kata EN kepada merdeka.com, Senin (18/5).

Kendati akhirnya menjalankan bisnis pacar sewaan seorang diri, EN mampu mengelolanya dengan baik. Saat ini, dia sudah memiliki tujuh anak buah. Semuanya berasal dari kalangan mahasiswi yang butuh uang tambahan.

Rekrutmen anak buah juga tidak dilakukan sembarang. Karena bisnis yang dikelolanya rentan kasus pelecehan seksual, EN pun lebih memilih merekrut mahasiswi jurusan psikologi. Alasannya, mahasiswi dari jurusan ini mampu membaca gelagat yang tidak baik dari pelanggannya.

Menurutnya, mahasiswi jurusan psikologi itu pandai mengendalikan suasana dan membaca karakter orang, sekaligus bisa menjadi motivator bagi si pelanggan.

"Kami menyediakan jasa, bukan purel. Bisnis ini no seks, no kiss, dan yang pasti dilarang mabuk. Saya hanya menjual jasa," tegas EN.

Kembali dia menegaskan, ketujuh anak buahnya, tidak bisa atau dilarang booking ke hotel oleh pria hidung belang untuk mesum.

"Jasa kami sebatas pacar sewaan di ruang publik. Pelanggan kami juga para jomblower bukan om-om hidung belang. Kami cukup hati-hati mencari pelanggan," tegasnya lagi.

Namun, EN tidak melarang si pelanggan menggandeng tangan anak buahnya jika sudah disewa. "Bergandeng tangan boleh, asal tidak meraba-raba (area sensitif) yang lain. Kami tidak memperkenankan ajakan ke kamar hotel. Harus di ruang terbuka," ucapnya tegas.

Proses sewa jasa, masih kata EN, pelanggan diberi pilihan wanita yang disewa melalui foto yang disodorkannya.

"Kalau si penyewa masih pemula, saya sendiri yang menawarkan pilihan gadis yang pintar dan cakap. Tujuannya agar pelanggan tidak canggung dan bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga rahasia pacar pura-pura tidak terbongkar ke rekan-rekan pelanggan," jelasnya.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.