Mahasiswi Kampar korban pemerkosaan trauma dan terancam gagal wisuda
Mahasiswi Kampar korban pemerkosaan trauma dan terancam gagal wisuda. Pelaku adalah tetangga korban, namun hingga kini polisi belum berhasil menangkapnya. Padahal kejadian tragis yang dialami korban dua hari sebelum Idul Adha.
Seorang mahasiswi semester akhir di kabupaten Kampar mengalami trauma berat akibat kasus pemerkosaan yang dialaminya. Mirisnya, polisi belum berhasil menangkap pelaku yang notabene tetangganya itu.
Padahal pihak keluarga sudah melapor kasus ini ke Polsek Tambang kabupaten Kampar Provinsi Riau. Meski sudah dilaporkan, polisi belum berhasil menangkap pelaku. Hal itu yang membuat korban semakin trauma.
"Korban merasa trauma dan enggan melanjutkan akhir perkuliahannya. Padahal, jika dilanjutkan korban akan diwisuda," ujar Yusri, keluarga korban saat berbincang dengan merdeka.com Selasa (20/9).
Menurut Yusri, selain berharap polisi dapat menangkap pelaku pemerkosaan, keluarga juga berusaha sendiri mencari keberadaan pelaku yang belakangan diketahui sudah tidak lagi berada di Kabupaten Kampar.
"Keluarga kami sedang mencari pelaku hingga sampai ke luar daerah," kata Yusri.
Kasus perkosaan ini terjadi pada Sabtu (10/9), tepatnya dua hari menjelang hari raya Idul Adha. Korban saat itu baru selesai menjemur pakaian pukul 08.00 WIB pagi. Korban yang tinggal di desa itu, sempat melihat pelaku yang mengintipnya saat menjemur pakaian.
Merasa takut, korban pun masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar mandi. Namun peristiwa pahit yang tak diharapkan itu pun terjadi, pelaku tiba-tiba masuk dengan menjebol plafon rumah korban.
"Saat itu korban sedang mandi, dan pelaku M (21) yang menjebol plafon langsung masuk ke kamar mandi dalam kondisi bugil. Korban pun langsung teriak," kata Yusri.
Namun apalah daya, teriakan korban tak didengar tetangga lain lantaran saat itu kondisi rumah memang sedang sepi. Jarak rumah korban dengan rumah masyarakat lain juga berjauhan. Pelaku mengancam dan membekap mulut korban hingga tak berdaya dan memperkosa di kamar mandi tersebut.
Setelah diperkosa, korban pingsan. Sedangkan pelaku kabur meninggalkan lokasi kejadian. Beberapa jam kemudian, adik korban datang dan melihat kakaknya menangis di rumah itu. Korban pun menyuruh adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas 1 itu untuk memanggil keluarga lainnya.
"Setelah itu, keluarga kami dan tetangga datang. Korban pun menceritakan kejadian itu," ucap Yusri.
Marah mendengar pengakuan korban, pihak keluarga pun langsung membuat laporan ke Polsek Tambang. Setelah melapor, korban dilakukan visum ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Keluarga korban sangat berharap pelaku segera ditangkap. Kondisi korban saat ini sangat trauma dan enggan melanjutkan kuliah.
Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata saat dikonfirmasi merdeka.com mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku perkosaan itu.
"Pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus ini sudah kita lakukan. Pelaku masih dalam pengejaran, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ditangkap," tegas Edy.(mdk/cob)