Mahasiswa UIN Palembang Tewas Saat Ikuti Diksar Menwa
Hebat Sangaji merupakan mahasiswa semester satu Fakultas Syariah.
Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Hebat Sangaji, meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa (Diksar Menwa). Penyebabnya diduga karena sakit.
Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Rina Antasari menjelaskan, Diksar Menwa digelar di SMK Pertanian Sembawa, Banyuasin, sejak Selasa (3/9). Baru mengikuti diksar satu setengah hari, korban meninggal dunia, Rabu (4/9).
"Benar, Hebat Sangaji meninggal dunia saat diksar Menwa," ungkap Rina, Kamis (5/9).
Hanya saja, kata dia, kematiannya bukan karena adanya sistem diksar yang digunakan atau tindak pidana kekerasan. Dari hasil autopsi, korban mengalami sakit yang membuat kesehatannya menurun.
"Tidak ada indikasi kekerasan. Selama diksar juga tidak ada kekerasan yang dilakukan senior atau panitia," ujarnya.
Dijelaskannya, Hebat Sangaji merupakan mahasiswa semester satu Fakultas Syariah. Dia berasal dari Bekasi, Jawa Barat dan indekos di sekitar kampus di Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Palembang.
"Kami menyampaikan belasungkawa atas musibah ini, kami berharap keluarga bersabar. Perwakilan kampus sudah berada di Bekasi," kata dia.
Menurut rekan korban, Sangaji mengalami kesurupan di lokasi diksar. Dia mengaku diganggu makhluk halus dan merasa melihat kuburan Belanda.
"Malam sebelum meninggal kesurupan, dia bilang banyak kuburan Belanda. Terus dia masuk ke sungai ketika mau disadarkan," kata AR, rekannya.
Baca juga:
Menristekdikti Marah Ada Ospek Mahasiswa Dipaksa Minum Air Ludah
VIDEO: Khofifah Pastikan Perpeloncoan Ospek Tidak Terjadi di Jatim
Tanpa Perpeloncoan, Ospek di UMM Dikemas Menyenangkan dan Mendidik
Khofifah Minta Tak Ada Kekerasan Fisik Maupun Verbal Dalam Ospek
5 Hal yang Harus Dihindari Mahasiswa untuk Menghemat Pengeluaran