Mahasiswa UGM Olah Limbah Sarung Tangan Tenaga Medis Jadi Bahan Bakar Diesel
Proses pengolahan limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar ini dilakukan dengan metode pirolisis. Pirolisis sarung tangan lateks dilakukan pada suhu 350 derajat celcius selama 3 jam sehingga nantinya didapatkan minyak hasil pirolisis.
Limbah sarung tangan lateks bekas tenaga medis yang menumpuk menjadi persoalan serius di tengah pandemi. Agar limbah itu tidak sekadar menjadi sampah, Mandrea Nora dari Tim Program Kreativitas Mahasiswa - Riset Eksakta (PKM-RE) FMIPA UGM, mengolahnya menjadi bahan bakar diesel.
"Kami menemukan bahwa sarung tangan lateks memiliki komposisi kimia utama yaitu polimer Poliisoprena. Di mana poliisoprena ini apabila dipirolisi nantinya akan menghasilkan senyawa hidrokarbon berupa Limonene. Limonen merupakan senyawa hidrokarbon dengan fraksi C10 yang memiliki potensi tinggi untuk diterapkan sebagai bahan bakar diesel," katanya. Demikian dikutip dari Liputan.com, Kamis (26/8).
Mandrea Nora menceritakan, ide ini berawal dari diskusi yang dilakukan bersama timnya,Aditya Yuan Pramudyansyah, Rangga Indra Riwansyah dan Nanda Tasqia Amaranti. Perbincangan itu membawa mereka pada permasalahan limbah medis akibat pandemi Covid-19. Setelah diskusi dan membaca beberapa literatur, akhirnya terbersit ide tersebut untuk mengajukan proposal PKM RE.
Proses pengolahan limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar ini dilakukan dengan metode pirolisis. Pirolisis sarung tangan lateks dilakukan pada suhu 350 derajat celcius selama 3 jam sehingga nantinya didapatkan minyak hasil pirolisis.
"Selanjutnya minyak hasil pirolisis dilakukan pemurnian melalui proses Hydrocracking sehingga didapatkan bahan bakar diesel," ungkapnya.
Setelah itu, untuk memastikan apakah bahan bakar yang dihasilkan tergolong ke dalam fraksi bahan bakar diesel. Maka perlu identifikasi senyawa dengan metode Kromatografi Gas - Spektroskopi Gas serta melakukan uji fisikokimia terhadap bahan bakar yang dihasilkan.
"Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan hasil uji pada bahan bakar diesel yang ada di pasaran," kata Nora.
Reporter: Yanuar H
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Darurat Limbah Medis, Kita Harus Apa?
Limbah Medis Meningkat Sejak Pandemi, Bappenas Dorong Reformasi Pengelolaan Sampah
Dua Tahun Pandemi, Jasa Medivest Musnahkan Lebih dari 1.000 Ton Limbah Covid-19
KLHK Bentuk Tempat Khusus Pemusnahan Limbah Medis Covid-19 di Daerah
Menko Luhut: Darurat Pengelolaan Limbah Medis Selama Pandemi Harus Segera Ditangani
Maruf Amin Nilai Perlu Badan Layanan Umum untuk Mengatasi Limbah Medis